Senin, 28 November 2016

Hutan Musim Tropik

Hutan Musim Tropik

Pengertian Hutan Musim

   Hutan musim merupakan hutan yang termasuk dalam ekosistem darat, berada di daerah yang beriklim muson tropis (iklim dengan musim kemarau dan hujan), yaitu daerah dengan perbedaan antara musim kering dan musim basah yang seimbang dan jelas. Biasanya terdapat di wilayah dengan iklim tropis dan subtropis yang memiliki iklim hangat sepanjang tahun dan mengalami musim kemarau selama beberapa bulan sehingga memaksa kebanyakan tumbuhan menggugurkan daun-daunnya dan mempengaruhi populasi mahluk hidup di dalamnya.

  Hutan ini terdapat di daerah tropic beriklim basah, tetapi mempunyai musim kemarau yang panjang. Biasanya pohon-pohon di hutan musim tropic menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Hutan musim tropik banyak terdapat di kawasan India dan Asia Tenggara, termasuk juga Indonesia. 

Daerah dengan iklim hangat yang memiliki hutan musim meliputi:
  • Kepulauan Amerika Tengah
  • Amerika Selatan
  • Timur Cina
  • India
  • Selatan Afrika
  • Utara Australia
  • Pasifik termasuk Indonesia. (Di Indonesia sendiri umumnya hutan musim banyak berada di pulau Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua)
Karakteristik Hutan Musim
  Berikut merupakan karakteristik atau ciri-ciri dari hutan yang bisa disebut dengan butan musim, diantaranya:
  1. Jenis tumbuhan yang ada dalam ekosistem hutan musim didominasi oleh spesies pohon yang menggugurkan daunnya pada musim kering, maka hutan musim biasa juga disebut hutan gugur daun (baca: bioma hutan gugur)
  2. Tumbuhan yang terdapat di Hutan Musim biasanya membentuk formasi musiman, misalnya pada musim kemarau daun akan meranggas atau gugur untuk mengurangi penguapan.
  3. Lapisan kayunya sangat tebal sehingga bisa bertahan ketika musim kemarau datang.
  4. Umumnya jenis tumbuhan yang terdapat pada hutam musim adalah tumbuhan trofopit, yaitu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan musim hujan dan musim kemarau, juga tahan terhadap kekeringan panjang.
  5. Ciri yang paling khas pada hutan musim akan terlihat ketika perubahan musim karena pada musim hujan (baca: jenis musim hujan) semua vegetasi yang terdapat di hutan musim akan tumbuh dengan sangat lebat dan kebalikannya pada musim kemarau hampir sebagian besar tumbuhannya akan menggugurkan daunnya.
  6. Lamanya daun gugur bergantung kepada persediaan air di dalam tanah sehingga memungkinkan kondisi yang berbeda-beda akan terlihat walaupun masih dalam satu hutan yang sama. Contoh: jika posisi pohon berdekatan dengan ekosistem sungai , maka daun akan berguguran secara bergantian.
  7. Dan ketika musim hujan datang, pepohonan memproduksi daun-daun baru, biji, dan buah, namun hal ini terjadi sepanjang persedian air (baca: jenis-jenis air) dalam tanah mencukupi.
  8. Bunga pohon di hutan musim umumnya dapat terlihat dari bagian luar tajuk, sehingga mudah dilihat oleh binatang atau serangga-­serangga untuk mengambil serbuk sari.
  9. Hutan musim biasanya diberi nama sesuai dengan spesies tumbuhan yang mendominasi hutan tersebut. Contoh: hutan jati, karena tumbuhan yang tumbuh di hutan tersebut didominasi oleh pohon jati, atau hutan pinus karena pohon pinus mendominasi hutan tersebut.
  10. Didominasi spesies pohon bertajuk satu yang tidak saling tumpang tindih dengan ketinggian pohon rata-rata 15-35 meter sehingga masih memungkinkannya sinar matahari mencapai tanah (baca: jenis-jenis tanah) yang menjadi tempat tumbuhnya pohon dan menumbuhkan berbagai macam tanaman lain.
  11. Jenis tanaman yang biasanya terdapat di hutan musim adalah tanaman jati, tanaman pinus, cemara dan akasia.
  12. Jenis fauna yang hidup pada wilayah hutan musim adalah harimau, babi hutan, rusa, dan monyet kra atau kera ekor panjang.

Jenis-jenis Hutan Musim

Hutan musim terbagi dalam beberapa jenis didasarkan pada zona ketinggian tempatnya dan juga berdasarkan kepada curah hujan di wilayah hutan tersebut, diantaranya:

Hutan Musim Berdasarkan Ketinggian Tempat
  • Zona Hutan Musim Bawah
Dinamakan zona hutan musim bawah karena wilayah hutan ini terletak pada ketinggian tempat 0 hingga 1.000 m dari permukaan laut. Di Indonesia sendiri, zona hutan musim bawah banyak terdapat di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Spesies pohon yang merupakan ciri khas tipe ekosistem zona hutan musim bawah antara lain: Tectona grandis, Acacia leucophloea, Aetinophora fragrans, Albizzia chinensis, Azadirachta indica, Caesalpinia digyna, Eucalyptus alba, Santalum album, Melaleuca leucadendron, Eucalyptus spp., Corypha utan, Timonius cerycus, dan Banksia dentate.
  • Zona Hutan Musim Atas
Dinamakan zona hutan musim atas karena hutan musim ini terdapat wilayah dengan ketinggian 1.000 hingga 4.100 meter di atas permukaan laut. Tanaman yang khas pada zona hutan musim atas ini diantaranya Casuarina junghuhnianase, Eucalyptus spp, dan yang sering kita jumpai adalah Pinus merkusii.

Hutan Musim Berdasarkan Curah Hujan
  • Hutan Gugur Daun Lembab (Tropical Moist Deciduous Forest)
Dinamakan hutan gugur daun lembab karena hutan musim jenis ini terbentuk di daerah dengan curah hujan 1500 hingga 4000 mm per tahun. Biasanya memiliki musim kemarau selama 4-6 bulan dalam satu tahun.
  • Hutan Gugur Daun Kering (Tropical Dry Deciduous Forest)
Hutan gugur daun kering merupakan jenis hutan musim yang berada pada wilayah dengan curah hujan 1500 mm per tahun. Biasanya memiliki musim kemarau yang lebih dari 6 bulan dalam satu tahun.

Manfaat Hutan Musim

Hutan musim juga mempunyai peranan yang cukup besar terhadap keberlangsungan ekosistem di bumi, diantaranya:
  1. Karena sebagian besar spesies tumbuhan yang berada di wilayah ini sangat kuat sehingga bermanfaat untuk menampung dan menyimpan air tanah (baca: jenis-jenis air tanah)
  2. Mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor (baca: penyebab banjir dan tanah longsor).
  3. Pencegah hal-lah penyebab abrasi 
  4. Selain wilayah hutan musim dikenal sebagai penghasil jenis-jenis sumber daya alam seperti kayu-kayuan dan hasil hutan lainnya.
  5. Terakhir sebagai penyeimbang iklim bumi dimana hutan musim juga membantu dalam penyerapan karbon dioksida dan mencegah pemanasan global 

Sumber : http://www.pusatbiologi.com/2013/03/jenis-jsnis-hutan-dan-fungsinya_15.html
http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hutan/karakteristik-jenis-manfaat-hutan-musim

Rekomendasi Wisata Seru

Pulau Komodo
 
Pulau Komodo

   Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

   Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

   Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.

   Pulau Komodo juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Rinca, Pulau Padar dan Gili Motang

Sekedar Info Guys 
   Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

   Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com.Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain[1]. Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak [2].
 






Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Komodo


Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Ekosistem Hutan Hujan Tropis – Ciri-ciri dan Persebarannya


   Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang didalamnya terdapat hubungan timbal balik  antara keanekaragaman spesies dengan siklus materi serta arus energi melalui komponen – komponen yang terdapat didalamnya. Hubungan timbal balik ini diwujudkan dalam siklus rantai makanan. Berdasarkan Lingkungannya, Ekosistem terbagi menjadi dua jenis, yaitu : Lingkungan biotik yang terdiri dari komponen makhluk hidup, dan Lingkungan Abiotik, yang terdiri dari komponen benda mati seperti cahaya, air, udara, energi dan tanah.

   Hutan merupakan suatu wilayah yang cukup luas  yang didominasi oleh kumpulan pohon – pohon yang tumbuh rapat sehingga menutupi wilayah tersebut dan membentuk iklim mikro dengan kondisi ekologi yang khas yang berbeda dengan wilayah luar. Sedangkan hutan hujan tropis merupakan hutan yang didominasi oleh kumpulan pohon – pohon tinggi yang tumbuh sangat rapat dan mempunyai daun lebar yang selalu hijau. Contohnya seperti  salah satu hutan hujan tropis terbesar di dunia, yaitu hutan amazon.

   Jadi, Ekosistem hutan hujan tropis merupakan suatu sistem ekologi pada suatu wilayah luas yang didominasi oleh kumpulan pohon – pohon tinggi yang didalamnya terdapat keanekaragaman spesies yang terbentuk pada daerah beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi dan suhu lembab.

Letak Ekosistem Hutan Hujan Tropis
   Ekosistem hutan hujan tropis terdapat pada daerah yang terletak di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 1200 meter dibawah permukaan laut.

   Ekosistem hutan hujan tropis secara geografis terletak diantara 23°27’ Lintang Utara dan 23°27’ Lintang Selatan yang meliputi wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Australia bagian Utara, sebagian besar wilayah Afrika, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah dan sebagian besar wilayah Amerika Selatan.

Ciri – ciri Ekosistem Hutan Hujan Tropis

   Ciri – ciri yang terdapat pada ekosistem hutan hujan tropis antara lain :
  • Berada pada wiayah beriklim tropis
  • Tanahnya subur dan tidak kering
  • Tidak memiliki musim kemarau
  • Memiliki curah hujan tinggi, yaitu sekitar 1800 – 2000 mm per tahun
  • Memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi
  • Memiliki lapisan – lapisan pohon yang terbentuk karena vegetasi pohon yang rapat
  • Jenis vegetasi yang dominan adalah pepohonan atau tumbuhan berkayu dan tumbuhan yang tidak memiliki banyak cabang.
Fungsi Ekosistem Hutan Hujan Tropis
   Ekosistem hutan hujan tropis memiliki peranan yang sangat besar bagi keseimbangan ekosistem global. Beberapa fungsi ekosistem ini antara lain:
  • Sebagai habitat asli bagi flora dan fauna
  • Menstabilkan iklim dunia melalui penyerapan CO2 dari lapisan atmosfer
  • Menjaga keseimbangan ekosistem di sekitarnya dari penyebab banjir, kekeringan, dan erosi tanah
  • Sumber dari obat-obatan dan makanan
  • Sumber kehidupan manusia suku pedalaman.
Flora dan Fauna dalam Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Flora
   Jenis flora yang hidup di dalam hutan hujan tropis terdapat lebih dari 2.500 spesies. Diantaranya terdapat berbagai jenis pohon, semak – semak kecil dan tanaman merambat. Tetapi tidak ada spesies yang dominan yang ada dalam hutan hujan tropis dan pohon dari spesies yang sama pun sangat jarang ditemukan tumbuh berdekatan. Contoh flora yang hidup dalam ekosistem ini adalah pohon jati, pinus, anggrek, pohon mahoni dan sebagainya.

Fauna
   Jenis fauna yang hidup dalam ekosistem hutan hujan tropis sangat beragam. Mulai dari mamalia, burung, reptil, amfibi, hingga serangga. Yang menjadi ciri khas fauna yang hidup dalam ekosistem hutan hujan tropis  adalah mereka memiliki warna-warna cerah dengan pola yang tajam, bersuara keras, dan memakan buah-buahan. Contoh fauna yang hidup dalam ekosistem ini adalah monyet, gajah, kupu – kupu, macan, babi rusa, tapir, burung kasuari, burung nuri hitam, burung merpati nicobar dan masih banyak lagi.
Sponsors Link

Ekosistem Hutan Hujan Tropis di Indonesia

   Kebanyakan hutan yang terdapat di Indonesia merupakan jenis jenis hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis ini mempunyai ciri tersendiri. Yaitu terdapat berbagai tumbuh – tumbuhan dengan jenis yang beragam. Apalagi dengan banyaknya pulau – pulau di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang membuat hutan hujan tropis di Indonesia mempunyai ciri khas yang khusus dibandingkan dengan hutan hujan tropis lainnya. Hutan hujan tropis merupakan tipe hutan dengan kesuburan tanah yang sangat rendah karena tersusun dari partikel lempung yang bermuatan negatif seperti kaolinite dan illite. Kondisi ini membuat keunikan tersendiri karena kondisi tanah seperti itu memungkinkan besi dan alumunium menjadi aktif disamping kadar silikanya yang cukup tinggi. Tetapi hal ini tidak menjadi kendala karena tipe hutan hujan tropis yang ada di Indonesia ini memiliki siklus hara tertutup yang dapat mengatasi kendala – kendala yang ada di dalamnya. Keunikan lainnya dari hutan hujan tropis ini adalah ekosistem di dalamnya merupakan ekosistem yang rapuh. Hal ini dikarenakan setiap komponen yang terdapat didalamnya tidak dapat berdiri sendiri, semuanya saling berkaitan.

   Keunikan hutan hujan tropis yang ada tersebut membuat hutan tropis di Indonesia sangat rentan terhadap kerusakan hutan. Kerusakan hutan tropis yang terjadi di Indonesia diperkirakan mencapai 2 juta hektar per tahun yang disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor – faktor tersebut dapat karena ulah manusia yang hanya mementingkan keuntungan tanpa mementingkan fungsi lingkungan hidup bagi manusia  atau bisa juga karena kesalahan pengelolaan pemeliharaan hutan. Berbagai cara pencegahan dan penanggulangan pun telah dilakukan agar dampak akibat kerusakan hutan hujan tropis bisa diminimalisir dan hutan tidak hilang atau bertambah rusak. Misalnya dengan mencegah kegiatan penebangan hutan illegal, reboisasi hutan, sosialisasi masyarakat agar tidak membuka lahan sembarangan, dan lain sebagainya.

Manfaat Hutan Hujan Tropis
   Hutan hujan tropis memiliki manfaat sangat berarti bagi ekosistem global. Manfaat tersebut antara lain :
  • Hutan hujan tropis merupakan habitat yang sangat baik bagi kehidupan berbagai jenis flora dan fauna, khususnya bagi flora dan fauna asli Indonesia yang terancam punah
  • Hutan hujan dapat membantu menstabilkan iklim dunia. Yaitu dengan penyerapan gas karbon dioksida dari lapisan atmosfer
  • Hutan hujan tropis mempengaruhi kondisi cuaca lokal karena hutan ini dapat membuat hujan dan mengatur suhu
  • Hutan hujan tropis membantu menjaga peredaran air
  • Hutan hujan tropis merupakan sumber kehidupan suku asli yang didalamnya terdapat sumber makanan dan obat.
Dampak Kerusakan Ekosistem Hutan Hujan Tropis

    Saat ini sudah banyak kerusakan – kerusakan yang terjadi pada wilayah ekosistem hutan hujan tropis. Dan penyebab utama dari kerusakan ekosistem di hutan ini adalah ulah manusia yang banyak menebangi hutan secara membabi buta untuk kepentingan manusia sendiri yang memberikan dampak penebangan hutan secara liar secara langsung maupun tidak langsung terhadap ruang publik untuk kehidupan dan lingkungannya. Wilayah ekosistem hutan hujan tropis pun semakin berkurang karena pohon – pohonnya banyak ditebangi. Dan selain merusak ekosistem yang ada, penebangan ini juga mengakibatkan hilangnya habitat flora atau fauna yang dilindungi tempat dimana mereka tumbuh dan berkembang. Selain itu jika terus menerus dibiarkan, semakin banyak banjir yang terjadi karena tidak ada lagi penahan ataupun yang melindungi permukaan tanah. Selain banjir jika terjadi hujan, jika musim kemarau pun akan menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan. Karena uap air yang masuk ke atmosfer akan semakin berkurang, dan hujan yang diturunkan pun ikut berkurang. 



Sumber : http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/ekosistem-hutan-hujan-tropis

Flora dan Fauna di Hutan Hujan Tropis

Flora


   Udara di bawah kanopi hampir selalu lembab. Pohon-pohon mengeluarkan air melalui pori-pori daun (stomata). Proses penguapan ini disebut transpirasi. penguapan ini menyebabkan setengah dari curah hujan di hutan hujan.Tanaman hutan hujan melakukan banyak adaptasi terhadap lingkungan. Dengan curah hujan yang tinggi, tanaman beradaptasi untuk meloloskan air dari daun mereka dengan cepat sehingga cabang tanaman tidak terbebani. Banyak tanaman memiliki ujung tetes dan alur daun, dan beberapa daun memiliki lapisan berminyak untuk menumpahkan air. Daun-daun yang lebar digunakan untuk menyerap sinar matahari sebanyak mungkin. Beberapa pohon memiliki tangkai daun yang berubah seiring dengan pergerakan matahari sehingga mereka selalu menyerap cahaya dalam jumlah maksimum. Daun di atas kanopi berciri hijau gelap, kecil dan kasar untuk mengurangi kehilangan air di bawah sinar matahari yang kuat. Beberapa pohon menumbuhkan daun yang lebar pada tingkat yang lebih rendah dan menumbuhkan daun kecil di kanopi atas. Tanaman lain tumbuh di atas kanopi untuk mendapatkan sinar matahari. Tanaman tersebut adalah epifit seperti anggrek dan bromeliad
   Lebih dari 2.500 spesies tanaman merambat tumbuh di hutan hujan. Liana tumbuh dari semak kecil yang tumbuh di lantai hutan, ia menumbuhkan sulur untuk menggapai pohon dan mencapai sinar matahari di atas kanopi. Tanaman merambat tumbuh dari satu pohon ke pohon lain dan membentuk 40% dari daun kanopi. Rotan anggur memiliki duri di bagian bawah daunnya yang menunjuk ke belakang sebagai pegangan anakan pohon. 
   Tidak ada spesies dominan di hutan hujan tropis. Pohon dari spesies yang sama sangat jarang ditemukan tumbuh berdekatan. Keragaman hayati dan pemisahan spesies mencegah kontaminasi massal dan kematian dari penyakit atau karena pertumbuhan serangga. Keanekaragaman hayati juga menjamin bahwa akan ada cukup serbuk sari untuk mengurus kebutuhan setiap spesies. Hewan tergantung pada bunga-buah tanaman sebagai pasokan makanan sepanjang tahun.
 
Fauna


   Kehidupan fauna sangat beragam. Hewan-hewan penghuni hutan hujan tropis berupa mamalia, burung, reptil, amfibi, dan serangga. Karakteristik hewan ini adalah memiliki warna-warna cerah dengan pola yang tajam, bersuara keras, dan ketergantungan pada buah-buahan.
   Hewan-hewan yang hidup di hutan hujan tropis diantaranya adalah Kupu-kupu, Kumbang, Kupu-kupu Sayap Bening, Capung, Kupu-kupu Burung Hantu, Ulat Kaki Seribu, Belalang Sembah, Lutung Gading, Monyet, Gorilla, Lemur, Kera, Orangutan, Macan, Ocelot, Kerbau, Babi Rusa, Kelelawar, Kapibara, Rakun, Gajah, Pemakan Semut Raksasa, Berang-Berang Sungai, Tapir Malaya, Badak, Tapir, Babi Hutan, Beo Abu-Abu Afrika, Enggang, Nuri Hitam, Kasuari Gelambir Ganda, Kasuari Leher Emas, Bangau Bluwok, Motmot, Merpati Nicobar, Beo, Merak, Nuri Pelangi, Nuri Merah, Enggang Badak, Scarlet Ibis, Scarlet Macaw, Swainson's Toucan, Toucan, Kakaktua Kuning, Kadal, Anole, Bunglon, Iguana Fiji, Tokek Mata Hijau, Iguana, Bunglon Daun, Leaf-Tailed Gecko, Biawak Rawa, Biawak Air, Ular, Boa Constrictor, Piton Pohon Hijau, Buaya, Caiman/Alligator, Katak, Blue Poison Dart Frog, Giant Monkey Frog, Green Poison Dart Frog, Katak Emas Panama, Katak Tomat, Ikan Angelfish, Neon Tetras, Discus, lele, Danios, Gurame, ikan adu.









Sumber : http://ragamorganisme.blogspot.co.id/2012/11/bioma-hutan-hujan-tropis.html





Sabtu, 26 November 2016

Lapisan lapisan Hutan Hujan Tropis

 Lapisan Hutan

    Hutan hujan tropis memiliki empat lapisan utama. Masing-masing lapisan merupakan tempat hidup tanaman dan hewan yang berbeda yang telah beradaptasi untuk hidup di wilayah tersebut. Lapisan ini telah diidentifikasi sebagai tajuk kanopi (emergent), kanopi atas (upper canopy), bawah kanopi (understory), dan lantai hutan (forest floor).
Tajuk Kanopi (emergent) 
  berada di ketinggian lebih dari 30 m dari permukaan tanah, tajuk ini bisa sendiri-sendiri atau kadang-kadang menggerombol, namun tak banyak. Tajuk pohon hutan hujan tropis rapat oleh cabang dan daun. Hal ini menyebabkan sinar matahari tidak dapat menembus hingga ke lantai hutan. Di tajuk ini juga dijumpai tumbuh-tumbuhan yang memanjat, menggantung, dan menempel pada dahan-dahan pohon semisal rotan, anggrek, dan jenis paku-pakuan. Elang, kupu-kupu, kelelawar dan monyet tertentu mendiami lapisan ini.
Kanopi atas (upper canopy)
   memiliki ketinggian antara 24–36 m memungkinkan cahaya mudah diperoleh di bagian atas lapisan ini, tetapi mengurangi cahaya ke bagian bawah. Sebagian besar hewan hutan hujan hidup di kanopi atas. Burung, serangga, kelelawar dan primata tertentu mendiami lapisan ini. Di bagian ini tersedia begitu banyak makanan (buah dan dedaunan) menyebabkan beberapa hewan tidak pernah turun ke lantai hutan. Kanopi, berdasarkan penelitian, adalah rumah bagi 50 persen dari semua spesies tanaman. 
Bawah kanopi (understory) 
  adalah terletak antara kanopi dan lantai hutan, terdiri dari pohon-pohon muda, pohon-pohon yang tertekan pertumbuhannya, atau jenis-jenis pohon yang tahan naungan. Bawah kanopi merupakan rumah bagi sejumlah besar serangga, burung, ular dan kadal, serta predator seperti jaguar, boa dan macan tutul.
Lantai hutan (forest floor) 
   biasanya benar-benar terhalang dari cahaya. Jenis-jenis tumbuhan yang hidup adalah yang toleran terhadap naungan. Di lantai hutan tumbuh jenis liana yang melilit dan mengait cabang untuk mencapai tajuk kanopi. Jenis kehidupan yang tidak begitu memerlukan cahaya, seperti halnya aneka kapang, jamur, dan organisme pengurai (decomposer: rayap, cacing tanah) hidup dan berkembang. Dedaunan, buah-buahan, ranting, dan bahkan batang kayu yang rebah, segera menjadi busuk diuraikan oleh aneka organisme tadi. Panas dan kelembaban membantu untuk memecah organisme yang mati. Bahan organik hasil penguraian kemudian dengan cepat diserap oleh akar pohon.




 Bagaimana sobat pecinta alam, keren kan bisa mengenal lapisan lapisan hutan hujan ??



Sumber : http://ragamorganisme.blogspot.co.id/2012/11/bioma-hutan-hujan-tropis.html

Hutan Hujan Tropika

 Pengertian Hutan Hujan Tropika

   Hutan hujan tropika atau sering juga ditulis sebagai hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa; yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa. Hutan hujan tropis bisa juga diartikan sebagai hutan yang terletak di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi.Maka dari itu, disebut Hutan Hujan Tropis.Hutan-hutan ini didapati di Asia, Australia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko dan Kepulauan Pasifik. Dalam peristilahan bahasa Inggris, formasi hutan ini dikenal sebagai lowland equatorial evergreen rainforest, tropical lowland evergreen rainforest, atau secara ringkas disebut tropical rainforest.

   Hutan hujan tropika merupakan rumah untuk setengah spesies flora dan fauna di seluruh dunia.[1] Hutan hujan tropis juga dijuluki sebagai "farmasi terbesar dunia" karena hampir 1/4 obat modern berasal dari tumbuhan di hutan hujan ini.[2]

Karakteristik ekologis

Persebaran hutan hujan tropis di seluruh dunia
   Hutan hujan tropika terbentuk di wilayah-wilayah beriklim tropis, dengan curah hujan tahunan minimum berkisar antara 1,750 milimeter (69 in) dan 2,000 milimeter (79 in). Sedangkan rata-rata temperatur bulanan berada di atas 18 °C (64 °F) di sepanjang tahun[3]

   Hutan basah ini tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.200 m dpl., di atas tanah-tanah yang subur atau relatif subur, kering (tidak tergenang air dalam waktu lama), dan tidak memiliki musim kemarau yang nyata (jumlah bulan kering < 2)[4][5]

   Hutan hujan tropika merupakan vegetasi yang paling kaya, baik dalam arti jumlah jenis makhluk hidup yang membentuknya, maupun dalam tingginya nilai sumberdaya lahan (tanah, air, cahaya matahari) yang dimilikinya. Hutan dataran rendah ini didominasi oleh pepohonan besar yang membentuk tajuk berlapis-lapis (layering), sekurang-kurangnya tinggi tajuk teratas rata-rata adalah 45 m (paling tinggi dibandingkan rata-rata hutan lainnya), rapat, dan hijau sepanjang tahun. Ada tiga lapisan tajuk atas di hutan ini[6]:
  • Lapisan pohon-pohon yang lebih tinggi, muncul di sana-sini dan menonjol di atas atap tajuk (kanopi hutan) sehingga dikenal sebagai “sembulan” (emergent). Sembulan ini bisa sendiri-sendiri atau kadang-kadang menggerombol, namun tak banyak. Pohon-pohon tertinggi ini bisa memiliki batang bebas cabang lebih dari 30 m, dan dengan lingkar batang hingga 4,5 m.
  • Lapisan kanopi hutan rata-rata, yang tingginya antara 24–36 m.
  • Lapisan tajuk bawah, yang tidak selalu menyambung. Lapisan ini tersusun oleh pohon-pohon muda, pohon-pohon yang tertekan pertumbuhannya, atau jenis-jenis pohon yang tahan naungan.
   Kanopi hutan banyak mendukung kehidupan lainnya, semisal berbagai jenis epifit (termasuk anggrek), bromeliad, lumut, serta lumut kerak, yang hidup melekat di cabang dan rerantingan. Tajuk atas ini demikian padat dan rapat, membawa konsekuensi bagi kehidupan di lapis bawahnya. Tetumbuhan di lapis bawah umumnya terbatas keberadaannya oleh sebab kurangnya cahaya matahari yang bisa mencapai lantai hutan[7], sehingga orang dan hewan cukup leluasa berjalan di dasar hutan.

   Ada dua lapisan tajuk lagi di aras lantai hutan, yakni lapisan semak dan lapisan vegetasi penutup tanah. Lantai hutan sangat kurang cahaya, sehingga hanya jenis-jenis tumbuhan yang toleran terhadap naungan yang bertahan hidup di sini; di samping jenis-jenis pemanjat (liana) yang melilit batang atau mengait cabang untuk mencapai atap tajuk. Akan tetapi kehidupan yang tidak begitu memerlukan cahaya, seperti halnya aneka kapang dan organisme pengurai (dekomposer) lainnya tumbuh berlimpah ruah. Dedaunan, buah-buahan, ranting, dan bahkan batang kayu yang rebah, segera menjadi busuk diuraikan oleh aneka organisme tadi. Pemakan semut raksasa juga hidup di sini.

   Pada saat-saat tertentu ketika tajuk tersibak atau terbuka karena sesuatu sebab (pohon yang tumbang, misalnya), lantai hutan yang kini kaya sinar matahari segera diinvasi oleh berbagai jenis terna, semak dan anakan pohon; membentuk sejenis rimba yang rapat [8].

Penyebaran geografis

Hutan hujan di tepian Amazon
   Hutan hujan dataran rendah tropika ini ditemukan baik di kawasan Malesia maupun di Amerika tropis; namun kemungkinan tidak terbentuk di Afrika. Di luar wilayah Malesia, hutan-hutan ini di Asia didapati sedikit-sedikit di sekitar Assam dan Burma, sepanjang jalur sempit di Ghats Barat (India), Kepulauan Andaman, di perbatasan Thailand dengan Kamboja, di Cina selatan, Hainan dan Taiwan, serta di Pasifik di Kepulauan Melanesia dan mungkin pula Mikronesia.[6]

Keanekaragaman hayati

   Hutan hujan ini adalah yang paling kaya keanekaragaman hayatinya di antara jenis-jenis hutan lainnya. Di Sarawak dan Brunei saja diperkirakan terdapat antara 1.800–2.300 spesies pohon dengan diameter batang ≥ 10 cm.[6]









Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_hujan_tropika

Kamis, 24 November 2016

Beberapa Tanaman Hutan yang Dapat Dimakan Saat Tersesat

1. Daun Semanggi




   Mungkin Anda pernah melihat ada rumput kecil di bawah tanah, dan memiliki daun mirip yang berbentuk seperti hati. Inilah daun semanggi atau biasa disebut clover.

   Tak sulit untuk menemukan rumput clover. Rumput ini termasuk kosmopolit atau mudah ditemukan di dataran, termasuk hutan Indonesia. Nah, saat tersesat, tanaman inilah yang paling mudah Anda cari untuk bahan makanan. Ambil saja daunnya dan bersihkan kemudian konsumsi.

2. Nanas


   Buah nanas tidak hanya bisa ditemukan di pekarangan rumah atau ladang saja. Tumbuhan yang masuk dalam suku Bromeliaceae atau nanas-nanasan ini bisa ditemukan di beberapa hutan yang ada di Indonesia.

   Jika melihat ada buah nanas yang sudah cukup matang, Anda bisa memakan bagian buahnya. Keluarkan pisau lipat Anda, dan potong kecil-kecil daging buah. Jika membawa garam, nanas sebaiknya direndam dulu di air garam untuk meminimalisir getah.

3. Pisang

   Nah, siapa yang tidak kenal dengan pisang? Buah yang berasal dari famili Musaceae ini biasanya bisa Anda temukan di dalam hutan yang banyak dihuni monyet atau kera. Cukup ambil buahnya yang sudah matang, Anda pun mengonsumsinya.

   Bagaimana kalau pohon pisang yang Anda temukan, belum berbuah? Jangan khawatir, belahlah batang pisang tersebut. Ambil batang muda di bagian paling tengah batang pisang. Batang muda itu bisa dimakan, walaupun rasanya tawar.

4. Paku sayur

   Salah satu tumbuhan yang banyak ditemukan di dalam hutan, terutama hutan Indonesia adalah jenis paku-pakuan. Tanaman paku memiliki ciri daun bergerigi, dan biasanya ada banyak kantung spora seperti bintik-bintik hitam di bagian bawah daun.

   Nah, jika Anda bertemu tanaman seperti ciri-ciri di atas, berarti Anda dihadapkan dengan tanaman paku. Tanaman ini juga biasa dijadikan lalapan, sehingga disebut paku sayur. Sama seperti pohpohan, bagian tumbuhan paku yang bisa dinikmati adalah daun mudanya. 

5. Bambu
   Saat tersesat dan kehabisan bahan makanan, tengoklah ke sekitar Anda, kali saja ada pohon bambu. Jika ada ambil bagian pangkal bambu muda yang biasa disebut rebung. Potong-potong hingga kecil dan konsumsi bagian yang tidak terasa pahit.









6. Selaginella

    Satu lagi tumbuhan yang banyak ditemukan di hutan, yaitu selaginella. Ini adalah tanaman berdaun kecil seperti jenis paku-pakuan lainnya. Ya, selaginella memang masuk dalam kelompok paku.

   Umumnya, daun selaginella berwarna hijau, tapi jangan kuatir jika melihat daun ini berwarna biru atau kemerahan. Selaginella memang bisa berfungsi sebagai penentu kada asam basa tanah. Cara mengonsumsinya harus sedikit berhati-hati, cuci daunnya dan potong kecil-kecil.


7. Cantigi (Vaccinium Faringiaefolium)

Image   pohon kecil ini sering kita jumpai kalo kita hiking ke gunung. bagian tumbuhan ini dapat kita makan pada ujung daunnya yg berwarna merah. rasanya asam kecut seperti buah belimbing (menurut saya) rasanya yg segar lumayan membuat tenggorokan kita puas jika kita kehausan pada saat perjalanan di gunung




 8. Murbai/Bebesaran (Morus)

Image   nah ini adalah buah yang menyegarkan tenggorokan. permukaan buah ini mirip dengan stroberi. buah yang hidup di suhu dingin ini manis ( jika sudah matang ) tapi menurut saya biarpun yg masih muda terasa kecut tapi tetap saja rasanya segar










9. Ciplukan/Cecendet/Ceplukan/ (Physallis peruviana L)

Image
   buah yang rasanya manis ini dapat kita temukan di daerah yg terbuka. karena buah ini banyak membutuhkan sinar matahari. buah ini tertutup bungkus berbentuk kuncup sebesar kelereng. ternyata buah ini dapat mengobati penyakit seperti penyakit paru-paru basah dan sakit perut










10. Calingcing (Oxalis corniculata Linn)

Image   buah ini rasanya asam enak sekali jika dimakan dengan yg pedas. bisa kaya rujak  buah ini mirip belimbing hanya saja bentuknya lebih kecil (sangat kecil) daun dan batangnya juga bisa dimakan. tanaman ini bisa dijadikan obat flu atau demam.

















11. Stevia (Stevia rebaudiana)

Image   tanaman ini rasanya manis, semanis tanaman ini bahkan bisa menggatikan gula bagi penderita diabetes, tumbuhan ini dulunya berasal dari dataran Amerika tapi sekarang banyak tumbuh di dataran Jawa dan Sumatra.









 12. Jamur (Mushroom)

Image   tumbuhan seperti payung ini pasti sangat familiar. bisa buat sayur atau oseng-oseng tapi hati2 banyak jamur yg beracun contohnya magic mushroom











13. Begonia

Image   tumbuhan ini banyak terdapat di hutan hujan tropis. banyak dijumpai di gunung Raung. dapat dimakan pada batangnya. rasanya asam asam belimbing sayur.










14. Poh Pohan

Image   namanya poh-pohan, rasanya emang agak pahit tapi kalo dipakai untuk lalapan atau sayuran sangat lezat rasanya. sering ditemuin di sekitar lembahan , pohonnya pendek tapi awas jangan salah petik gan, kalo ini daun wanginya harum




















15. Honje

Image   namanya honje, dimakan buah atau bunganya rasanya segar seperti jambu air, cocok untuk menghilangkan haus, sering juga ditemui di lembahan dan tempat lembab.




























 16. Harendong Bulu

Image   harendong bulu ini penampakannya mirip sama poh-pohan tapi yang ini daunnya berbulu, buahnya berwarna biru keunguan kalo udah mateng, bisa dimakan [tapi bulunya diilangin dulu ya] rasanya manis-sepet.











ada juga langkah2 yg harus kita ketahui agar kita tidak salah makan tumbuhan :

Ciri umum tumbuhan yang dapat dimakan :
  • •Bagian tumbuhan yang masih muda ( pucuk/tunas)
  • Tumbuhan yang tidak mengandung getah
  • Tumbuhan yang tidak berbulu
  • Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap
  • Tumbuhan yang dimakan oleh hewan mamalia misal : kera
Langkah – langkah yang diperlukan apabila akan memakan tumbuhan :
  • Makan tumbuhan yang sudah dikenal
  • Makan jangan hanya satu jenis tumbuhan saja
  • Jangan memakan tumbuhan yang buahnya berwarna ungu karena dikhawatirkan mengandung racun alkaloid
   •Cara memakan buah-buahan yang belum kita kenal adalah dengan mengoleskan sedikit ke tangan tunggu reaksinya, apabila tidak ada rasa aneh (panas, pahit ) berarti cukup aman kemudian ke bibir, lidah dengan prosedur yang sama setelah itu di makan tunggu 30 menit apabila tidak ada reaksi berarti aman.

   •Sebaiknya masaklah terlebih dahulu bagian tumbuhan yang akan dimakan

   •Lebih baik jangan memakan jamur karena kebanyakan jamur adalah jenisnya dari yang beracun.


Bagaimana sobat pecinta alam, semoga bermanfaat ya infonya. 




 
Sumber : http://travel.detik.com/read/2012/10/08/182315/2057622/1382/10-tumbuhan-ini-bisa-dimakan-saat-tersesat-di-hutan
 https://ebcoolmac.wordpress.com/2012/12/12/makanan-survival-yang-dapat-kita-cari-di-hutan-gunung/

Cara Bertahan Hidup di Alam Bebas Bagi Para Survivor


Alam Bebas

    Tujuan utama dari suatu perjalanan yang kita lakukan tentunya untuk dapat sampai ke tempat tujuan dengan aman dan lancar. Kita pun pasti akan selalu berharap proses dari perjalanan yang kita lakukan tidak terganggu dengan berbagai hambatan dan rintangan. Namun kadangkala, kenyataan yang ada di lapangan tak sesuai dengan harapan, terutama jika perjalanan yang kita lakukan berhubungan langsung dengan alam bebas yang masih sangat liar. 
    Cuaca yang berubah-ubah, kondisi medan yang berat, kecelakaan yang tak terduga, tersesat kehilangan arah, dan masih banyak lagi hal yang dapat menjadi penghambat perjalanan kita untuk sampai di tempat tujuan. Kali ini kita akan membahas salah satu teknik paling penting yang harus dimiliki setiap pelaku perjalanan manakala menghadapi situasi buruk yang tak diharapkan, yaitu survival (teknik bertahan hidup).

    Survival adalah suatu usaha untuk mempertahankan hidup pada keadaan yang tidak diharapkan, misalnya saat kita tersesat di hutan. Tentu saja survival ini merupakan keadaan yang sifatnya terpaksa. Sebab-sebab terjadinya bisa karena keadaan alam (cuaca, medan), keadaan mahluk lain di sekitar kita (binatang, tumbuhan), ataupun karena keadaan diri kita sendiri (mental, fisik, kesehatan). Teknik survival ini wajib kita pelajari jika kita tetap ingin bertahan hidup saat kondisi terburuk yang dapat kita bayangkan benar-benar terjadi menimpa kita.

    Dalam melaksanakan survival, seorang survivor membutuhkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan, diantaranya :

Sikap mental

    Seorang survivor (pelaku survival) harus memiliki sikap mental yang kuat manakala berhadapan dengan kondisi kritis di lapangan, yakni memiliki semangat untuk tetap hidup, selalu percaya diri, berusaha untuk selalu menggunakan akal sehat dan berfikir dengan jernih, selalu belajar dari pengalaman, serta memiliki pengetahuan tentang alam bebas tempat kita melakukan perjalanan.

Pengetahuan tentang survival

    Survivor juga harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang teknik survival, seperti cara membuat alat perlindungan (shelter seperti bivak), cara memperoleh air, cara membuat api, cara mengatasi gangguan binatang, cara mencari pertolongan, serta pengetahuan orientasi medan.

Pengalaman dan latihan

    Seorang survivor yang siap menghadapi kondisi apapun, tentu telah dibekali dengan pengalaman dan latihan tentang teknik survival di alam liar. Hal ini bisa didapatkan manakala survivor pernah mengikuti pendidikan khusus kepecintaalaman, militer, SAR, atau telah mengikuti diklat khusus tentang survival. Bagi kawan-kawan yang tidak punya latar belakang dasar seperti itu, usahakanlah untuk mendalami teknik survival dengan berlatih secara otodidak, karena saat ini, banyak sekali referensi teknik-teknik survival yang bisa didapat dari internet.

Peralatan Survival

    Seorang survivor akan lebih mudah mengatasi keadaan buruk yang dihadapi manakala dilengkapi oleh peralatan praktis yang mendukung usaha survival yang ia lakukan. Peralatan yang paling penting untuk dimiliki tentu saja beragam peralatan praktis yang tergabung dalam survival kit. Tentang survival kit ini akan dijelaskan dengan lebih rinci di bahasan berikutnya.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan

    Selanjutnya, kita akan membahas langkah-langkah yang perlu diambil untuk melaksanakan teknik survival ini. Langkah yang harus dilakukan adalah:

  • Mengkoordinasikan anggota kelompok (jika perjalanan dilakukan secara berkolompok)
  • Melakukan pertolongan pertama pada siapapun yang memiliki kondisi kritis (misal anggota kelompok yang terluka.)
  • Melihat dan menganalisa kemampuan dan keadaan anggota.
  • Mengadakan orientasi medan (mengetahui perkiraan posisi secara tepat, menganalisa kemungkinan daerah pemukiman, memperkirakan jalan keluar yang cepat dan tepat).
  • Merencanakan penjatahan bahan makanan (disesuaikan dengan jumlah anggota dan perkiraan waktu survival)
  • Mencari cara untuk mencoba berkomunikasi dengan pihak luar (misal lewat radio atau telpon)
  • Membuat jejak dan mencari perhatian tim penolong ataupun pihak lainnya.
  • Mencari atau mendapatkan pertolongan.

Beberapa hal yang memperburuk keadaan

    Keadaan survival ini tentu bukan keadaan yang nyaman, dalam keadaan seperti itu, banyak hal dapat terjadi dengan cepat dan makin memperburuk keadaan kita, diantaranya adalah:

  • Ketegangan dan kepanikan yang menimpa anggota kelompok maupun diri kita sendiri.
  • Keadaan mental yang makin ngedrop.
  • Bahaya binatang buas.
  • Keracunan air ataupun dari makanan.
  • Kelelahan fisik yang telah mencapai batasnya.
  • Dehidrasi akibat kekurangan asupan air.
  • Kelaparan.

    Berusahalah untuk tetap tenang menghadapi segala keadaan buruk yang terjadi, cobalah untuk menghindari melakukan hal-hal yang akan makin memperburuk keadaan kita. Persiapkan selalu survival kit dalam perencanaan peralatan perjalanan yang kita bawa, hal ini akan sangat kita syukuri saat tiba-tiba keadaan terburuk datang menghadang.

    Upaya pencegahan tentu lebih baik dari penanggulangan, maka dari itu, persiapkanlah perencanaan perjalanan kita dengan sebaik mungkin. Pelajari dengan teliti dan serius berbagai informasi tentang destinasi tujuan kita. Bekali diri dengan pengetahuan dan skill yang cukup, lalu berdoalah selalu untuk keselamatan perjalanan yang akan kita lakukan. Jadilah penggiat alam yang cerdas dan bijaksana saat melakukan berbagai aktivitas di alam liar.

Senin, 21 November 2016

Rekomendasi Wisata Seru

Situ Patenggang


    Situ Patenggang atau Situ Patengan adalah suatu danau yang terletak di kawasan objek wisata alam Bandung Selatan, Jawa Barat, Indonesia, tepatnya di Ciwidey. Terletak di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut, danau ini memiliki pemandangan yang sangat eksotik. Situ patenggang juga memiliki pemandangan alam yang asri, karena disekitarnya terdapat hamparan kebun teh.

    Luas Situ Patenggang sekitar 45.000 hektar. Serta total luas cagar alamnya mencapai 123.077,15 hektar. Situ patenggang selalu menjadi pilihan wisatawan terutama bagi mereka yang baru pulang dari tempat wisata Kawah Putih. Jaraknya dari wisata kawah putih hanya sekitar 7 KM dan membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja.

Sekedar Info Guys
   Berdasarkan informasi yang tertera di lokasi wisata, situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda, pateangan-teangan (saling mencari). Mengisahkan cinta Putra Prabu dan Putri titisan Dewi yang besar bersama alam, yaitu ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah untuk sekian lamanya. Karena cintanya yang begitu mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan "Batu Cinta". Dewi Rengganispun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara /Pulau Sasaka). Menurut cerita ini, yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka.
 


Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Situ_Patenggang



fenomena alam yang tak terduga ,.

   Hai hai sobat pecinta alam, berjumpa lagi dengan saya Sri Sundarie yang akan memberi tahukan info seputar alam di Indonesia, keadaan alam di dunia dan apapun itu yang bersangkutan dengan alam.

HALO MATAHARI


   Pada hari itu pukul 12.01 yang tepatnya tanggal 19 November 2016 hari Jumat saya melihat fenomena alam yang tidak biasanya terjadi, pada saat itu saya sedang mengepel lantai rumah yang kotor dan tanpa sengaja melihat adik perempuan saya berlari sambil berteriak : "ada pelangi dipinggir matahari kak !!! ada pelangi !!!" Sayapun kontan langsung melihat ke atas langit dan ternyata benar saja ada pelangi di sekitar matahari tersebut. Setelah saya perhatikan, ternyata peristiwa itu merupakan HALLO MATAHARI. Peristiwa itu sangatlah indah dan nampak sangat jelas sekali, namun sayangnya saya tidak sempat untuk mengabadikan kejadian yang jarang terjadi itu.

Pengertian Halo Matahari

   Bulatan halo di langit terbentuk karena adanya reaksi optik ketika sinar matahari dibiaskan kristal-kristal air pada lapisan awan tipis cirrus. “Fenomena alam itu lumrah dan bisa terjadi di mana saja, seperti pelangi mengelilingi matahari atau bulan.
              dengan tambahan pengalaman saya sendiri lho ... 

Kamis, 17 November 2016

Bentuk Bentuk Tulang Daun

    Ternyata bentuk daun tumbuhan bermacam-macam lho, coba perhatikan daun tumbuhan yang berada di sekitarmu. Untuk melengkapi ilmu pengetahuan kamu silahkan dibaca atau di copy macam-macam bentuk daun dan gambarnya di bawah ini ! 

1. Tulang Daun Menyirip
    Tulang daun menyirip berbentuk seperti susunan sirip ikan. Contohnya adalah daun mangga, daun jambu, daun nangka, dan daun rambutan.

Bentuk-Bentuk Tulang Daun dan Gambarnya
Contoh Tulang Daun Menyirip
2. Tulang Daun Menjari
    Bentuk tulang daun menjari seperti susunan jari-jari tangan. Contohnya adalah daun pepaya, daun singkong, kapas dan daun jarak.
Bentuk-Bentuk Tulang Daun dan Gambarnya
Contoh Tulang Daun Menjari
3. Tulang Daun Melengkung
    Bentuk tulang daun melengkung seperti garis-garis lengkung.tulang daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita. Ujung-ujung tulang daun melengkung terlihat menyatu. Contohnya adalah daun sirih, daun gadung, dan daun genjer.
Bentuk-Bentuk Tulang Daun dan Gambarnya
Contoh Tulang Daun Melengkung

4. Tulang Daun Sejajar
    Bentuk tulang daun sejajar seperti garis-garis lurus yang sejajar. Tiap-tiap ujung tulang daun ini menyatu.  Contohnya adalah tebu, padi, dan semua jenis rumput.
Bentuk-Bentuk Tulang Daun dan Gambarnya
Contoh Tulang Daun Sejajar
    Demikian bentuk-bentuk daun dan gambarnya, semoga bermanfaat. 
 
 

Jenis-Jenis Daun dan Fungsinya

 Pengertian Daun


 
   Daun adalah pembangkit tenaga listrik tanaman. Pada kebanyakan tanaman, daun adalah tempat utama produksi pangan untuk tanaman. Struktur dalam daun mengubah energi sinar matahari menjadi energi kimia bahwa tanaman dapat digunakan sebagai makanan. Klorofil adalah molekul dalam daun yang menggunakan energi sinar matahari untuk mengubah air (H2O) dan gas karbon dioksida (CO2) menjadi gula dan oksigen (O2). Proses ini disebut fotosintesis.

   Daun yang pada umumnya mempunyai warna hijau karena mengandung suatu zat hijau daun atau klorofil, daun ialah salah satu bagian dari organ tumbuhan yang tumbuh dari ranting. Warna hijau pada daun itu mempunyai fungsi utama yaitu untuk penangkap suatu energi dari sebuah cahaya matahari untuk fotosintesis. Daun juga ialah organ terpenting bagi sebuah tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan ialah suatu organisme autotrof obligat yang harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui suatu konversi cahaya matahari menjadi energi kimia.
  
Jenis Jenis Daun 
 
1. Daun skala atau cataphylls 
   Daun skala ditemukan pada suatu rimpang dan juga kecil, kasar, daun pelindung yang menyertakan dan melindungi sebuah tunas. Daun biji, atau kotiledon, dimodifikasi daun yang ditemukan pada sebuah tanaman embrio dan biasanya memiliki fungsi sebagai organ penyimpan.

2. Duri dan sulur
   Duri dan sulur biasanya ditemukan pada sebuah tanaman barberry dan kacang, daun dimodifikasi khusus untuk melindungi tanaman atau membantu dalam mendukung batang.

3. Daun penyimpanan
   Daun penyimpanan biasanya ditemukan dalam suatu tanaman berumbi dan succulents, yang memiliki fungsi sebagai organ penyimpanan makanan.

4. Duri
   Konifer, (pinus, cemara, cemara, pohon salam, dll) mempunyai “jarum” sebagai daun. tanaman ini biasanya mempunyai kutikula lilin dengan stomata cekung untuk membantu dalam mencegah kekeringan. dan Juga, sebagian besar mempunyai suatu kanal resin di kedua sisi dari sistem vaskular. Resin ini diduga untuk membantu dalam mencegah dan menjaga terhadap suatu kerusakan serangga.

5. paralel
   Daun paralel-berurat ialah Jenis daun yang ada banyak pembuluh darahnya dan yang berjalan pada dasarnya sejajar satu sama lain dan saling terhubung lateral demi menit, veinlets lurus. Dalam jenis yang paling umum dari paralel-urat ialah biasanya ditemukan dalam sebuah tanaman dari keluarga rumput yang di mana pembuluh darah berjalan dari dasar ke sebuah puncak daun. Tipe lain dari paralel-venation ini ditemukan pada sebuah tanaman seperti pisang, calla, dan pickerelweed, di mana suatu pembuluh darah paralel berjalan lateral dari pelepah. Daun paralel-berurat ini terjadi pada tanaman yang merupakan bagian dari sebuah kelompok monokotil.

6. menyirip
   Daun jaring-berurat di disebut juga dengan retikular-berurat, yang mempunyai suatu pembuluh darah yang cabang dari pelepah utama (s) dan kemudian membagi menjadi sebuah veinlets halus yang kemudian bersatu dalam sebuah jaringan yang rumit. Sistem pembuluh darah ini terperangkap untuk memberikan daun lebih tahan terhadap suatu robekan daripada kebanyakan pada daun paralel-berurat. jaring-venation ini bisa berupa menyirip atau palmate. Dalam venation menyirip, pembuluh darah ini memperpanjang lateral dari pelepah ke tepi, seperti contohnya dalam daun apel, cherry dan peach. Venation palmate ini terjadi pada tanaman anggur dan maple daun, yang di mana pembuluh darah utama terbentang, seperti tulang rusuk dari kipas angin, dari sebuah tangkai daun dekat dengan pangkal helai daun. Daun jaring-berurat terjadi pada sebuah tanaman yang merupakan adalah suatu bagian dari kelompok Tumbuhan berbiji belah.

Fungsi-Fungsi Daun

  • Tempat melakukan fotosintesis
   Yaitu suatu proses pengolahan atau produksi sebuah makanan dari karbondioksida (CO2) yang melalui stomata  dan air menjadi sebuah zat tepung dengan bantuan sebuah energi cahaya. Pada tumbuhan dikotil, fotosintesis ini terjadi di suatu jaringan parenkim palisade, sedangkan pada suatu tumbuhan monokotil fotosintesis ini terjadi pada sebuah jaringan spons.
  • Sebagai alat respirasi
   Didalam daun terdapat stomata yang memiliki fungsi untuk bernafas atau sebagai sebuah alat pernafasan.
  • Alat reproduksi vegetatif
   Alat reproduksi vegetatif ini contohnya pada sebuah tanaman cocor bebek. Yang membentuk sebuah tunas daun. Daunnya memiliki fungsi untuk memperbanyak sebuah tanaman.
  • Mengatur proses transpirasi
   Untuk proses penguapan air pada sebuah daun yang melalui mulut daun atau stomata dan kutikula yang ada disebuah permukaan daun dan lebih banyak pada bagian bawah daun. Namun yang bisa mengurangi suatu penguapan ialah kutikula yang ada diatas suatu permukaan daun.
  • Prose gutasi
   Prose gutasi yaitu tempat keluarnya suatu cairan atau air yang berupa suatu tetesan-tetesan.