Selasa, 31 Januari 2017

Rekomendasi Wisata Seru

Air Terjun Gurok Beraye

    Gunung Tajam dan Air Terjun Gurok Beraye ini  terletak di Kecamatan Badau di Dusun Air Pegantungan Desa Kacang Botor kurang lebih 32 km dari Tanjungpandan. Diarea ini terdapat kawasan hutan lindung dengan luas area 30 hektar. Dipuncak Gunung Tajam terdapat stasiunrelay TVRI yang dulu dikelola oleh PT.Timah dan sekarang sudah diserahkan kepada Pemda Kabupaten Balitung.
    Secara Geografis Gunung Tajam merupakan gunung tertinggi yang ada di Pulau Belitung Ketinggiannya kurang lebih 510 M dari permukaan laut. Gunung tajam adalah gunung non-vulkanik. Gunung ini disebut Gunung tajam karena apabila dilihat sekilas dari jauh, puncak gunung ini terlihat berbentuk segitiga lancip. Gunung Tajam juga potensial sebagai tujuan wisata ziarah karena dipuncak ini terdapat makam Syech Abdullah Abu Bakar salah satu penyebar agama islam pertama di Belitung. Digunung tajam wisatawan juga bisa melakukan kegiatan "mountain climbing" dan berkemah. Digunung tajam terdapat air terjun Gurok Beraye yang berair jernih. Sangat mengasyikan sekali mandi di air terjun setelah lelah melihat-lihat berkeliling di Gunung Tajam.

Sumber : http://visitbangkabelitung.com/content/gunung-tajam-dan-air-terjun-gurok-beraye

Rekomendasi Wisata Seru

   Duuhh .. maaf yah sobat pecinta alam saya memposting rekomendasi wisata seru nya telat .. Soalnya banyak tugas yang menumpuk dan saya juga sedang fokus terhadap postingan bagian tumbuhan jadi gk kerasa udah lewat enam postingan tapi gak ngepost rekomendasi .. sekali lagi maafkan saya ya .. sebagai permintaan maaf, saya akan memposting dua rekomendasi wisata seru
 
Danau Toba
    Danau Toba yang terletak di Sumatera Utara ini merupakan salah satu danau vulkanik terindah yang dimiliki Indonesia. Dengan luas yang mencapai 1.145 kilometer persegi, Danau Toba tampak seperti sebuah lautan yang berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Selain disebut sebagai danau terluas di Asia Tenggara, danau yang memiliki kedalaman 450 meter ini juga menjadi danau terdalam di dunia.
    Di tengah Danau Toba, terdapat sebuah pulau yang bernama Pulau Samosir. Pulau Samosir memiliki dua danau kecil yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni. Pulau Samosir yang memiliki luas hampir sama dengan luas negara Singapura ini bukanlah pulau kosong, pulau ini menjadi tempat tinggal suku Batak Samosir. Suku Batak yang tinggal d Pulau Samosir masih memegang teguh kepercayaan leluhur. Mereka juga masih menjalankan berbagai ritual yang biasa dilakukan nenek moyang dahulu.
Pulau Samosir

    Di Pulau Samosir terdapat dua desa yang banyak dikunjungi wisatawan yaitu Tomok dan Tuktuk. Tomok merupakan desa yang memiliki banyak objek wisata menarik seperti Makam Raja Sidabutar, Museum Batak dan pertunjukan tari boneka Sigale-gale yang populer. Berbeda dengan Tomok yang memiliki banyak tempat wisata sejarah, Tuktuk adalah desa di mana terdapat banyak penginapan untuk wisatawan.
    Tak hanya Pulau Samosir yang menjadi daya tarik tempat wisata ini, Danau Toba juga dikelilingi oleh hutan pinus dan beberapa air terjun dan juga pemandian air hangat di dalam hutan. Pemandangan di sekeliling danau ini sangat indah dengan udara yang relatif sejuk sehingga Anda akan betah berlama-lama di sini.
Bagi masyarakat Batak yang berada di sekitar lokasi danau ini, Danau Toba bukan hanya tempat wisata alam yang memiliki keindahan luar biasa. Mereka percaya bahwa Danau Toba menjadi tempat bersemayamnya tujuh dewi suku Batak atau yang biasa disebut dengan Namborru. Setiap kali akan melakukan kegiatan di sekitar danau, masyarakat akan berdoa dan meminta izin terlebih dahulu agar acara mendapat berkah dan dapat berjalan dengan lancar.

Sekedar Info Guys  
 Sejarah Danau Toba

   Seperti kebanyakan tempat wisata alam di Indonesia, selain memiliki sejarah ilmiah, Danau Toba juga menyimpan cerita rakyat yang dipercaya sebagai asal mula terbentuknya danau ini.
Menurut cerita rakyat yang telah banyak beredar, Danau Toba terbentuk dari kisah keluarga siluman ikan. Pada zaman dahulu, ada seorang pemuda yang sedang memancing di sungai yang kemudian berhasil mendapatkan seekor ikan. Tak seperti ikan lainnya, ikan yang didapatkannya bisa berbicara dan memohon agar tidak dimasak. Ikan tersebut kemudian berubah menjadi perempuan yang sangat cantik bernama Toba.
    Singkat cerita, keduanya pun menikah, namun ada satu permintaan Toba yang tak boleh dilanggar pemuda itu. Tak boleh ada seorang pun yang tahu tentang siapa sebenarnya perempuan cantik yang dinikahinya. Pernikahan mereka berjalan baik-baik saja sampai mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Samosir yang bengal dan selalu merasa lapar.
    Pada suatu hari, Samosir ditugaskan mengirim makanan untuk ayahnya di ladang, namun makanan yang dibawanya malah dimakan di jalan. Sang ayah lapar dan memutuskan pulang, dalam perjalanan pulang ia melihat Samosir sedang makan bekal yang seharusnya untuk sang ayah. Karena dalam kondisi sangat marah, tak sengaja ia menunjuk Samosir dan mengatakan bahwa ia adalah anak ikan.
    Seketika langit gelap dan hujan turun dengan deras. Air juga keluar dari bawah tanah yang membuat perkampungan terendam air. Toba dan Samosir tiba-tiba hilang saat perkampungan berubah menjadi lautan air. Saat itulah terbentuk Danau Toba dan Pulau Samosir diyakini sebagai perwujudan siluman ikan dan anaknya.
    Jika dilihat dari sisi yang lebih ilmiah, Danau Toba adalah danau vulkanik yang terbentuk karena letusan Gunung Toba pada ribuan tahun yang lalu. Letusan gunung membentuk kaldera atau kawah raksasa yang kemudian terisi air hingga menjadi danau seperti saat ini.
     Letusan gunung ini sangat luar biasa sampai debu vulkanik yang dihasilkannya bertebaran hampir ke seluruh belahan dunia dan menyebabkan kematian massal, mengurangi 60% dari jumlah manusia saat itu. Selain itu, menurut para peneliti, letusan ini juga mempengaruhi iklim dan cuaca sehingga bumi memasuki zaman es.

Sumber : http://anekatempatwisata.com/wisata-sumatera-utara-danau-toba/#

Apa itu Bunga ?

   Bunga atau kembang (bahasa Latin: flos) adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik.
    Bunga dapat muncul secara tunggal maupun bersama-sama dalam satu rangkaian. Bunga yang muncul secara bersama-sama disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Pada beberapa spesies, bunga majemuk dapat dianggap awam sebagai bunga (tunggal), misalnya pada Anthurium dan bunga matahari. Satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.
    Secara botani, bunga adalah bagian tanaman untuk menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah. Pada tumbuhan berbunga, buah adalah struktur yang membawa dan melindungi biji.

Fungsi
   Fungsi biologi bunga adalah organ seksual, sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Bahwa bunga adalah analog dengan organ seksual pada hewan baru disadari secara ilmiah pada abad ke-17 di Eropa.
   Beberapa bunga memiliki warna yang cerah berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga bertujuan memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
   Bunga juga dapat dianggap sebagai organ untuk bertahan pada kondisi kurang menguntungkan bagi pertumbuhan. Sejumlah tumbuhan akan segera membentuk bunga apabila mengalami kekurangan air atau suhu rendah. Contoh yang paling dikenal adalah bunga kertas Bougainvillea. Bunga mengurangi metabolisme dan apabila tumbuhan mati, biji diharapkan telah terbentuk sebagai usaha sintasan (survival).
Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni sehingga memiliki arti kultural. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.

Morfologi

Bagian-bagian bunga sempurna. 1. Bunga sempurna, 2. Kepala putik (stigma), 3. Tangkai putik (stilus), 4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari), 5. Sumbu bunga (axis), 6. artikulasi, 7. Tangkai bunga (pedicel), 8.Kelenjar nektar, 9. Benang sari (stamen), 10. Bakal buah (ovum), 11. Bakal biji (ovulum), 12. , 13. Serbuk sari (pollen), 14. Kepala sari (anther), 15. Perhiasan bunga (periantheum), 16. Mahkota bunga (corolla), 17. Kelopak bunga (calyx).
Bunga adalah daun dan batang di sekitarnya yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat bagian Bunga:Pembentukan bunga).
Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.
Tumbuhan Crateva religiosa berbunga sempurna: memiliki stamen dan pistillum.
Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:
  • Kelopak bunga atau calyx;
  • Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
  • Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
  • Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.
   Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
    Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur [[tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.

Pembentukan dan perkembangan bunga 

    Terbentuknya bunga sejak lama menjadi perhatian orang, karena banyak nilai ekonomi tanaman budidaya bergantung pada pembentukan bunga. Bunga tidak akan terbentuk sebelum jaringan tempat ia akan muncul telah mencapai tahap kematangan (maturity) tetapi belum terlalu tua (senile).
    Pada tumbuhan berbentuk pohon, jaringan yang baru terbentuk atau masih berkembang (juvenile) akan sangat sulit membentuk bunga. Jaringan yang mencapai tahap kematangan sering kali ditandai dengan nisbah karbon-nitrogen (nisbah C-N) yang tinggi. Kandungan karbon tinggi karena telah banyak metabolit tertimbun dalam bentuk polisakarida dalam jaringan tersebut. Pembentukan bunga memerlukan energi yang besar.
    Nisbah C-N yang tinggi biasanya cukup sebagai pendorong terbentuknya bunga. Namun, banyak ditemukan jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan pemicu agar bunga muncul. Pemicu ini dapat berupa suhu rendah selama beberapa waktu (vernalisasi), panjang (durasi) penyinaran (fotoperiodisme), dan kekurangan air (kekeringan). Gandum roti tipe winter (musim dingin, karena ditanam menjelang musim dingin) tidak akan berbunga jika tidak mengalami musim dingin dalam tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Anggrek merpati memunculkan bunga apabila mengalami malam yang dingin. Berbagai kultivar yute bersifat fotoperiodik sehingga waktu tanam sangat vital dalam menentukan hasil panen. Tanaman kopi dikenal memerlukan periode kering sekitar dua bulan dan diikuti oleh hujan secukupnya untuk memicu terbentuknya bunga.
    Kajian yang dilakukan pada Arabidopsis thaliana, suatu tumbuhan model, menunjukkan bekerjanya Teori ABC dalam pembentukan bunga. Substansi A diperlukan untuk membentuk daun kelopak (sepal) dan daun mahkota (petal). Substansi B diperlukan dalam pembentukan daun mahkota dan benang sari (stamen). Substansi C diperlukan untuk terbentuknya benang sari dan daun buah (carpellum, sebagai penyusun putik).

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Bunga

Senin, 30 Januari 2017

Serba Serbi Tentang Akar ..

 Apa itu Akar ?
Pengertian Akar   Akar ialah salah satu bagian tumbuhan dan tumbuhnya di dalam tanah. Pada umumnya akar berada di dalam tanah. Akar mempunyai warna yang biasanya putih atau kuning. Bentuk akar pada tumbuhan sebagian besar meruncing pada bagian ujungnya. Bentuk runcing pada akar tersebut dapat memudahkan akar untuk menembus tanah.

    Akar merupakan organ tumbuhan yang memiliki fungsi utama yaitu guna menghisap air dan garam mineral dari dalam tanah. Air dan mineral tersebut digunakan oleh tumbuhan untuk tumbuh. Akar mempunyai struktur luar yang terdiri dari daerah pertumbuhan akar, tudung akar, serta bulu akar. Bagian-bagian akar yang paling dalam dapat untuk diamati dengan cara memotong akar tersebut secara melintang.


    Urutan bagian-bagian akar dari luar ke dalam antara lain epidermis, korteks, endodermis, serta stele. Stele terdiri dari 2 berkas pengangkut, yaitu xylem dan floem.

Bagian-Bagian Akar


Bagian-bagian yang ada pada akar, antara lain:
    Bagian-Bagian Akar
  1. Epidermis
  2. Epidermis yang terdapat pada akar terdiri dari 1 lapis sel yang tersusun rapat. Dinding sel epidermis tipis, hal ini agar dapat dengan mudah untuk ditembus air. Epidermis pada akar mempunyai rambut akar dari hasil aktivitas sel-sel di belakang titik tumbuh. Rambut akar tersebut mempunyai fungsi guna memperluas area bidang penyerapan. Epidermis pada akar biasanya tidak mempunyai kutikula. Epidermis akar pada tanaman anggrek yang menggantung berkembang menjadi velamen. Velamen adalah jaringan yang terdiri beberapa lapis sel.
  3. Korteks
  4. Korteks pada akar terdiri dari berbagai macam sel yang membentuk beberapa lapis sel. Dinding selnya tipis serta memiliki banyak ruang antarsel yang berfungsi untuk pertukaran gas. Pada korteks terdapat parenkim, sklerenkim, serta kolenkim.
  5. Endodermis
  6. Endodermis akar terletak di sebelah dalam korteks, yaitu berupa satu baris sel-sel yang tersusun secara rapat tanpa adanya ruang antarsel. Dinding sel pada endodermis mengalami penebalan gabus untuk membentuk pita Caspary. Penebalan gabus dapat menyebabkan dinding sel agar tidak dapat ditembus air.
  7. Stele atau Silinder Pusat
  8. Stele Terletak di sebelah endodermis. Di antara silinder pusat atau stele terdapat berkas pengangkutan. Stele tersusun dari berbagai macam-macam jaringan antara lain : Perisikel yang merupakan lapisan terluar dari stele. Vasis yang terdiri atas xylem dan floem. Jaringan parenkim yaitu suatu jaringan yang mengisi di antara vasis yang disetujui oleh empulur.


Fungsi Akar

Fungsi Akar
Berikut fungsi akar bagi tumbuhan :
  1. Menyokong serta memperkuat tumbuhan untuk berdiri di tempat hidupnya.
  2. Menyerap air serta berbagai macam garam mineral dari dalam tanah.
  3. Mengangkut air serta berbagai zat-zat makanan yang sudah diserap ke tubuh tumbuhan.
  4. Pada beberapa jenis tumbuhan, akar dapat berfungsi sebagai alat respirasi, misalnya pada tumbuhan bakau.
  5. Pada beberapa macam tumbuhan, akar ada juga yang berfungsi untuk tempat dalam menyimpan cadangan makanan atau untuk dijadikan sebagai alat reproduksi vegetatif. Misalnya pada wortel yang mempunyai akar tunggang yang akarnya membesar dan mempunyai fungsi untuk tempat menyimpan makanan. Pada tanaman sukun, pada bagian akar dapat tumbuh tunas yang tumbuh menjadi sebuah individu baru.

Ciri-Ciri Akar

  1. Akar ialah bagian tumbuhan yang biasanya ada di dalam tanah, pertumbuhan akar ke arah dalam tanah. Pada umumnya akar menjauhi cahaya pertumbuhannya akan menjadi lebih cepat.
  2. Akar tidak seperti batang dan juga daun yang mempunyai warna hijau karena pada daun mengandung klorofil, warna akar ialah keputih-putihan atau kekuning-kuning.
  3. Pertumbuhan terjadi di ujung akar yang merupakan suatu titik pertumbuhan primer dimana disana terdapat jaringan meristimatik, serta mekanisme dominasi apikal yang terjadi pada akar.
  4. Ujung akar mempunyai bentuk yang meruncing dan berfungsi guna menembus tanah serta memecahkan bebatuan.

Jenis-Jenis Akar

Jenis-Jenis Akar
Secara umum, terdapat 2 jenis akar antara lain :
  1. Akar Serabut
  2. Akar serabut terdapat pada tumbuhan monokotil. Walaupun terkadang, tumbuhan yang dikotil juga dapat mempunyainya (tumbuhan dikotil tersebut dikembangbiakkan dengan melalui cara cangkok atau dengan stek). Fungsi utama dari akar serabut ialah agar dapat memperkokoh berdirinya tumbuhan.

  3. Akar Tunggang
  4. Akar tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil. Akar tunggang mempunyai fungsi utama yaitu guna menyimpan makanan. Contoh : wortel, ubi dan sebagainya.

    Modifikasi Akar :
    Modifikasi Akar
    1. Akar Gantung
    2. Akar gantung tumbuh dari mulai bagian atas batang serta tumbuh ke arah tanah. Akar gantung terlihat menggantung di udara. Akar gantung tersebut mempunyai fungsi guna menyerap uap air serta gas yang ada di udara. Namun, apabila akar gantung telah mencapai tanah, akar gantung tersebut akan masuk ke dalam tanah serta berguna untuk menyerap air dan garam mineral di dalam tanah. Tumbuhan yang mempunyai akar gantung misalnya beringin.
    3. Akar Napas
    4. Akar napas ialah akar yang tumbuh keluar dari batang pada bagian bawah. Akar napas sebagian muncul di permukaan tanah dan juga ada sebagian lagi berada di dalam tanah. Akar tersebut dapat terlihat seperti sedang menopang tegaknya batang. Akar napas memiliki banyak celah tempat untuk masuknya udara. Sehingga akar napas mempunyai fungsi untuk bernapas. Tumbuhan yang mempunyai akar napas contohnya pada tumbuhan bakau dan pandan.
    5. Akar Pelekat
    6. Akar pelekat ialah akar yang tumbuh di sepanjang batang. Akar pelekat ada pada tumbuhan yang tumbuh memanjat. Akar pelekat mempunyai fungsi guna melekatkan batang pada tembok atau tumbuhan yang lainnya. Akar pelekat terdapat pada tumbuhan sirih.


Sifat-Sifat Akar

     Akar adalah bagian tumbuhan yang ada di dalam tanah. Arah gerak pertumbuhan akar dipengaruhi oleh gravitasi atau air. Akar mampu tumbuh menembus tanah, hal ini karena pada bagian ujung akar berbentuk runcing. Pada akar tidak terdapat buku-buku yang dapat membentuk ruas-ruas. Akar bisanya mempunyai warna pucat serta tidak berklorofil dan tidak melakukan fotosintesis.

Akar Semu

     Organ atau suatu jaringan yang secara anatomi tidak dianggap sebagai akar namun mempunyai kegunaan yang serupa dengan akar dapat dinamakan sebagai akar semu. Istilah tersebut pada umumnya disematkan pada suatu individu yang tidak termasuk ke golongan tumbuhan berpembuluh namun dapat melekat pada berbagai objek tertentu dengan menggunakan alat yang fungsinya mirip dengan akar, yaitu melekat, menjangkar, serta menyerap garam mineral dari tempatnya tumbuh. Alga serta fase gametofit tumbuhan lumut dan tumbuhan paku mempunyai rizoid. Beberapa tumbuhan pterofit atau Euphyllophyta juga mempunyai rizoid yang merupakan modifikasi dari batang atau daun. Contohnya adalah Azolla, Salvinia, dan Lemna.

Sumber : http://woocara.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-akar-fungsi-akar-bagian-bagian-akar.html

Sabtu, 28 Januari 2017

Bentuk-Bentuk Batang

Bentuk Batang Tumbuhan 

    Tumbuhan dikotil (dicotyledoneae) umumnya mempunyai batang yang di bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin kecil, jadi batangnya dapat dipandang sebagai suatu kerucut atau limas yang sangat panjang, dengan cabang ataupun tidak. Tumbuhan nomokotil (monocotyledoneae) mempunyai batang yang dibagian pangkal sampai ujung dapat dikatakan sama besarnya. Hanya pada beberapa golongan saja yang pangkalnya tampak membesar tetapi kemudian ke atas tetap sama, seperti pada Palma (Palmae) misalnya pohon Kelapa (Cocos nucifera L.).

Jika berbicara tentang bentuk batang, biasanya yang dimaksud adalah bentuk batang pada penampang melintangnya.

Bentuk Batang Menurut Bentuk Penampangnya


  1. Bulat (teres). Misalnya pada Bambu (Bambusa sp.) dan Kelapa (Cocos nucifera L.).
  2. Bersegi (angularis). Kemungkinan batang bentuk bersegi adalah:
    1. Bangun Segi Tiga (triangularis). Misalnya pada Teki (Cyperus rotundus).
    2. Bangun Segi Empat (quadrangularis). Misalnya pada Markisah (Passiflora quadrangularis L.),
      dan Iler (Coleus scutellarioides Benth.).
  3. Pipih. Batang bentuk pipih biasanya melebar menyerupai daun dan mengambil alih fungsi daun. Kemungkinan batang bentuk pipih adalah:
    1. Filokladia (phyllocladium), jika sangat pipih dan pertumbuhannya terbatas. Misalnya pada Jakang (Muehlenbeckia platyclada Meissn.).
    2. Kladodia (cladodium), jika terus tumbuh dan ada percabangan. Misalnya pada Kaktus (Opuntia vulgaris Mill.).


Batang Menurut permukaannya

  1. Licin (laevis). Misalnya pada Jagung (Zea mays L.).
  2. Berusuk (costatus), jika pada permukaan batang terdapat rigi-rigi. Misalnya pada Iler (Coleus scutellarioides Benth.).
  3. Beralur (sulcatus), jika membujur batang terdapat alur-alur yang jelas. Misalnya pada Cereus peruvianus (L.) Haw..
  4. Bersayap (alatus), biasanya pada batang bentuk bersegi, tetapi sudut-sudutnya terdapat pelebaran tipis. Misalnya pada Ubi (Dioscorea alata L.).
  5. Berambut (pilosus). Misalnya pada Tembakau (Nicotiana tabacum L.).
  6. Berduri (spinosus). Misalnya pada Mawar (Rosa sp.).
  7. Ada Berkas-berkas Daun. Misalnya pada Pepaya (Carica papaya L.)
    dan Kelapa (Cocos nucifera L.).
  8. Ada Berkas-berkas Daun Penumpu. Misalnya pada Nangka (Artocarpus integra Merr.),
    dan Keluwih (Artocarpus communis Forst.).
  9. Ada Lentisel. Misalnya pada Sengon (Albizzia stipulata Boiv.).
  10. Lepasnya Kerak (bagian kulit yang mati). Misalnya pada Jambu Biji (Psidium guajava L.)
    dan Kayu Putih (Melaleuca leucadendron L.).


Sumber :  http://belajar-di-rumah.blogspot.co.id/2015/03/bentuk-batang-tumbuhan.html

Pengertian Batang dan Fungsinya

Pengertian Batang Pada Tumbuhan

gambar

    Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting dan merupakan tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan. Batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.

Pada umumnya batang mempunyai sifat – sifat berikut :
  • Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf, artinya dapat dengan sejumlah bidang dibagi menjadi dua bagian yang setangkup.
  • Terdiri atas ruas – ruas yang masing – masing dibatasi oleh buku – buku, dan pada buku – buku inilah terdapat daun.
  • Tumbuhnya biasanya keatas, menuju cahaya bersifat fototrop/ heliotrop.
  • Selalu bertambah panjang diujungnya. Sehingga disebut batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
  • Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan tidak digugurkan, kecuali kadang – kadang cabang atau ranting yang kecil.
  • Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek. Misalnya rumput dan waktu batang masih muda.

Sebagai bagian tubuh tumbuhan, batang mempunyai tugas untuk :
  • Mendukung bagian – bagian tumbuhan yang ada diatas tanah, yaitu : daun, bunga dan buah.
  • Dengan percabangannya memperluas asimilasi.
  • Jalan pengangkutan air dan zat – zat makanan dari bawah keatas dan jalan pengangkutan hasil – hasil asimilasi dari atas kebawah.
  • Menjadi tempat penimbunan zat – zat makanan cadangan.
 Fungsi Batang bagi Tumbuhan

    Tumbuhan memiliki organ yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya demi kelangsungan hidupnya. Organ yang terdapat didalam tumbuhan salah satu nya adalah batang. Batang memiliki fungsi yang sangat penting terhadap kelangsungan hidup tumbuhan, sebab batang merupakan tempat tumpuan bagi organ yang lainnya.

   Batang mempunyai dua pembuluh yaitu floem dan xilem, tiap tiap pembuluh tersebut memiliki fungsi yang berbeda berbeda. Floem memiliki fungsi untuk mengangkut seluruh makanan yang telah dibuat didalam daun dan diangkut ke seluruh bagian tumbuhan, sedangkan xylem memiliki fungsi untuk mengangkut air dan juga zat hara untuk ditujukan kepada daun. Pada bagian kulit batang ada organ yang bernama lentisel, organ itu berfungsi untuk alat

pernafasan bagi tumbuhan. Sedangkan fungsi batang bagi tumbuhan adalah sebagai berikut :

  • Batang sebagai penopang untuk seluruh bagian tumbuhan supaya tetap tegak
  • Batang sebagai alat buat menyalurkan sari sari makanan yang dihasilkan oleh daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan 
  • Batang sebagai alat untuk mengangkut mineral dan juga air dari akar menuju daun 
  • Batang sebagi tempat untuk menyimpan makanan cadangan pada tumbuhan tertentu 
  • Batang sebagai tempat untuk tumbuh daun cabang dan bunga


Sumber : http://template-studi.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-dan-fungsi-batang-pada.html
              http://www.informasi-pendidikan.com/2015/04/fungsi-batang-pada-tumbuhan.html 

Bagian-Bagian Tumbuhan Dan Fungsinya

     Duh .. maaf ya sobat pecinta alam postingan yang ini telat di posting, harusnya sebelum postingan tentang daun ini dulu .. sekali lagi maafkan saya yaa ..

Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya


1. Akar dan Fungsinya
    Akar adalah bagian tumbuhan yang tertanam di dalam tanah (biasannya). Tumbuhan memerlukan akar untuk hidup. Bagian akar ini terdiri atas rambut akar (bulu akar) dan tudung akar. Rambut akar berfungsi sebagai tempat masuknya zat-zat makanan dan juga air. Sementara tudung akar berfungsi sebagai pelindung bagi akar saat menembus tanah. 

Jenis-Jenis Akar
    Berdasarkan bentuknya, maka akar dibedakan menjadi dua macam, yaitu akar serabut dan akar tunggang.

a. Akar Serabut
    Akar serabut berbentuk seperti serabut. Bagian ujung dan pangkal akar berukuran hampir sama besar. Semua bagian akar keluar dari pangkal batang. Akar serabut dimiliki oleh tumbuhan biji berkeping satu (monokotil), misalnya jagung, padi, dan tebu.


b. Akar Tunggang
    Akar tunggang memiliki akar pokok. Akar pokok bercabang-cabang menjadi bagian akar yang lebih kecil. Akar tunggang dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil) misalnya jeruk dan kacangkacangan.


Akar Tunggang dan Akar Serabut
Gambar a) Akar Serabut
b) Akar Tunggang
Sumber : BSE Kelas 4.
Fungsi Akar
    Akar tumbuhan mempunyai fungsi menegakkan dan mengkokohkan batang. Selain itu akar juga berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara yang terdapat di dalam tanah. Selain kedua fungsi tersebut akar juga berfungsi sebagai alat pernafasan pada tumbuhan dan menyimpan makanan.




2. Batang dan Fungsinya

    Pernah melihat pohon kelapa yang menjulang tinggi? Kenapa pohon kelapa bisa menjulang tinggi? Pohon kelapa dapat menjulang tinggi karena mempunyai batang. Batang pada pohon dapat menegakkan tumbuhan sehingga dapat menjulang tinggi.

Jenis-Jenis Batang

    Batang pada tumbuhan tidak semuanya sama, berikut ini jenis-jenis batang yang perlu kamu ketahui.
a. Batang basah, bentuk dari batang basah adalah lunak & berair,misalnya bayam.
b. Batang berkayu, Batang berkayu mempunyai kambium. Kambium dapat tumbuh ke arah luar membentuk kulit dan ke arah dalam membentuk kayu. Akibat pertumbuhan ini batang menjadi besar. Contoh tumbuhan berkambium adalah jambu, rambutan, dan mahoni.
c. Batang rumput, tumbuhan dengan batang rumput mempunyai ruasruas yang nyata dan sering berongga pada batangnya. Contoh pada padi dan rumput-rumputan.

Fungsi Batang
 
    Fungsi batang ada tiga secara umum, yaitu: pengangkut, penopang, dan penyimpanan. Batang berguna sebagai pengangkut atau alat tranportasi tumbuhan. Batang mengangkut zat hara dan air dari akar ke daun. Zat makanan yang diproduksi daun juga diedarkan batang ke bagian lainnya.


3. Daun dan Fungsinya
    Daun adalah tempat tumbuhan membuat makanan "fotosistesis". Jika tumbuhan tidak mempunyai daun maka tidak dapat membuat makanannya sendiri. Daun pada tumbuhan mempunyai tiga bagian utama yaitu: helai daun, tulang daun dan tangkai daun.

 Daun juga mempunyai bentuk-bentuk yang berbeda:
Jenis Daun Berdasarkan bentuknya:

a. Tulang daun menyirip
   daun menyirip berbentuk seperti susunan sirip-sirip ikan. Tulang daun menyirip dapat kita amati pada berbagai tumbuhan, misalnya jambu, nangka, alpukat, dan mangga.


b. Tulang daun menjari
   Tulang daun menjari berbentuk seperti susunan jari-jari tangan. Tumbuhan yang memiliki tulang daun menjari, misalnya singkong, pepaya, dan jarak.


c. Tulang daun melengkung
   Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis lengkung. Ujungnya terlihat menyatu, misalnya eceng gondok dan gadung.


d. Tulang daun sejajar
   Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis lurus yang sejajar. Tiap-tiap ujung tulang menyatu, misalnya pada rumput dan padi.


Fungsi Daun
    Seperti sudah dijelaskan diawal bahwa daun adalah tempat pembuatan makanan. Maka fungsi dari daun adalah tempat pembuatan makanana atau tempat fotosistesis pada tumbuhan. Selain itu fungsi lain dari daun adalah sebagai pernafasan pada tumbuhan.

4. Bunga dan Fungsinya
    Bunga merupakan bagian tumbuhan yang sangat menarik, sehingga mengundang serangga dan kupu-kupu untuk membantu penyerbukan bunga.Bunga adalah salah satu bagian dari tumbuhan. Pada bunga mempunyai bagian-bagian yang perlu dietahui sehingga kita dapat memahami fungsi dari bunga.

Bagian-Bagian pada Bunga
Bunga terdiri atas beberapa struktur bagian, diantaranya yaitu: 
a. Tangkai bunga
Tangkai bunga merupakan penghubung bunga dengan batang. Bentuk pangkal tangkai bunga agak membesar. Bagian tangkai bunga yang membesar ini merupakan dasar bunga.
b. Kelopak bunga
Kelopak bunga merupakan bagian bunga yang melindungi bunga saat belum mekar. Kelopak bunga biasanya berwarna hijau.
c. Mahkota bunga
Mahkota bunga merupakan perhiasan bunga. Mahkota bunga memiliki bentuk dan warna yang beraneka ragam. Dari mahkota ini bunga dapat dinikmati keindahannya. Saat masih kuncup mahkota bunga dibungkus oleh kelopak bunga. 

d. Benang sari dan putik
Di dalam mahkota bunga terdapat benang sari yang merupakan alat kelamin jantan bunga. Di bagian tengah bunga terdapat putik sebagai alat kelamin betina bunga. Bunga yang memiliki kedua alat kelamin tersebut disebut bunga sempurna. Sedangkan yang tidak memiliki salah satunya disebut bunga tidak sempurna. Bunga yang tidak memiliki salah satu dari bagian bunga tersebut disebut bunga tidak lengkap.

Fungsi Bunga
    Mahkota bunga yang warnanya indah dapat menarik perhatian serangga, misalnya kupu-kupu. Akibatnya tanpa disengaja kupu-kupu membantu penyerbukan bunga.

 

Sumber : http://www.aftanalisis.com/2016/08/bagian-bagian-tumbuhan-fungsi-akar.html

Struktur Anatomi Daun Dikotil dan Monokotil

Berikut ini merupakan gambar struktur daun secara umum :

Epidermis 
    Umumnya terdiri dari satu lapisan sel, kloroplas sedikit atau tidak ada sama sekali. Sel terlihat transparan sehingga memungkinkan cahaya matahari menembus lapisan sel tersebut. Terdapat kutikula untuk mengurangi penguapan air yang terlalu berlebihan. Struktur daun biasanya pipih, jaringan epidermis atas berbeda dengan epidermis bawah. Permukaan atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah daun disebut dengan permukaan abaksial. Dalam permukaan abaksial terdapat stomata, sel penutup mengandung kloroplas, berfungsi untuk mengatur membuka dan menutupnya stomata mengendalikan pertukaran gas.
 
 Mesofil 
   Mesofil terdiri atas jaringan parenkim yang terdapat di sebelah dalam epidermis, mesofil mengalami diferensiasi membentuk jaringan fotosintetik yang berisi kloroplas. Pada kebanyakan tumbuhan terdapat dua tipe parenkim dalam mesofil yaitu parenkim palisade dan parenkim spons.

 Parenkim palisade 
   Sel parenkim palisade memanjang dan penampang melintangnya nampak berbentuk batang yang tersusun dalam deretan. Pada tumbuhan tertentu sel palisade berbeda bentuknya.Sel palisade terletak dibawah epidermis unilateral (selapis) atau multilateral (berlapis banyak). Seringkali terdapt hipodermis diantara epidermis dan jaringan palisade.
   Sel parenkim palisade tersusun atas satu atau lebih lapisan, apabila tersusun lebih dari satu lapisan panjang sel pada tiap lapisan sama atau semakin ketengah semakin pendek. sel chlorenchymnya kompak dan teratur. Tidak mempunyai Ruang antarsel. Sel-sel mengandung kloroplas dalam jumlah yang besar. Jaringan palisade biasanya terdapat pada permukaan adaksial daun, contonhya pada Thymelea hirsuta, sel parenkim palisade terdapat pada permukaan adaksial daun. Sedangkan pada tumbuhan xeromorf, misalnya pada Atriplex portulacoides , parenkim palisade terletak pada kedua sisi daun, sedangkan parenkim spons hanya terdapat pada tengah daun saja.
 
 Parenkim Spons
   Bentuk sel parenkim spons bermacam-macam. Parenkim spons terdiri dari beberapa lapisan sel yang diatur secara longgar, chlorenchyma bulat atau oval dengan ruang antarsel menonjol. Sel-sel ini mengandung kloroplas sangat sedikit. Kekhususannya adalah adanya lobus (rongga) yang terdapat antara sel satu dengan yang lainnya. Membedakan antara sel parenkim palisade dengan parenkim spons tidak selalu mudah, khususnya apabila parenkim palisade terdiri atas beberapa lapisan. Apabila palisade terdiri atas beberapa lapisan, biasanya lapisan paling dalam sangat mirip dengan parenkim spons yang ada didekatnya.
 
 Jaringan Pengangkut
   Jarigan pengengkut pada daun berupa untaian jaringan khusus yang berfungsi sebagai penunjang dan sebagai saluran yang disebut berkas pembuluh. Berkas pembuluh biasanya terletak di tengah-tengah anatra epidermis atas dan bawah, berkas pembuluh terdiri dari dua jenis jaringan yaitu xilen dan floem. Kedua jaringan tersebut bersama-sama membnetuk jaringan pembuluh. Pada daun, berkas pembuluh yang lebih besar dapat dilihat di permukaan daun berupa tulang daun.Tulang daun yang besar dikelilingi oleh parenkim yg sedikit mengandung kloroplas. Tulang daun yang lebih kecil biasanya juga dikelilingi oleh lapisan sel parenkim.
 
 Jaringan sekretori
   Pada tumbuhan terdapat sel-sel khusus, misalnya saluran getah, sel-sel kristal, dan kelenjar yang umumnya terdapat pada mesofil daun.
 
B. Struktur Daun Dikotil dan Monokotil
 
1. Struktur Anatomi Daun Dikotil pada Nerium oleander
   Sebagian besar dauin dorsiventral. Daun ini terletak horizontal dengan permukaan atas dan bawah yg berbeda.
Berikut merupakan penampang daun Nerium oleander :
 
 Epidermis 
   Permukaan daun tertutup oleh epidermis yang terdiri dari epidermis atas dan epidermis bawah. Pada bagian atas epidermis terdsapat kutikula yang merupakan diferensiasi dari epidermis, kutikula tebal berfungsi untuk mencegah transpirasi berlebihan dan melindungi dari luka.
   Epidermis atas tediri dari lapisan dan tidak terdapat stoma. Pada epidermis bawah hanya terdiri satu lapisan dan dilengkapidengan stomata kriptofor yang dijaga oleh sel penjaga berbentuk ginjal. Sel penjaga mendukung kloroplas. Stomata pori-pori terbuka ke dalam rongga sub stomata dalam mesofil untuk memfasilitasi pertukaran gas.
 
 Mesofil
   Mesofil pada Nerium oleander terdiri dari sel parenkim palisade yang bentuknya memanjang dengan ukuran yang sama tampak seperti batang yang terssusun dalam deretan sehingga tidak terdapat rongga antar sel. Sel parenkim palisade tersusun atas satu lapisan yang terletak di bawah epidermis multilateral. Sedangkan parenkim spons bentuk dan ukurannya berbeda, letaknya tidak beraturan sehingga terdapat ronggan anatarsel satu dengan yang lainnya.
   Sel-sel dari jarinagn disekitar vena yang kompak diatur untuk memberikan kekuatan mekanik. Sel-sel ini juga menyimpan makanan dalam bentuk pati dan protein.
 
Berkas Pengangkut
   Pada Nerium oleander mempunyai pertulangan daun menyirip dengan tulang daun yang ukurannya berbeda, tergantung pada tingkat percabangannya. Pertulangan sejajar ini saling berhubungan dengan ikatan yang sangat tipis dan tersebar melewati bagian tengah daun dan membentuk ibutulang, dan disini bercabang menjadi tulang daun yang lebih kecil yang tersebar diseluruh helaian daun. Tulang daun yang lebih ingan parenkim yang kecil dibentuk oleh jaringan parenkim yang miskin kloroplas dan jaringan penyokongnya berupa kolenkim. Oleh karena itu tulang dsaun yang besar tidak mempunyai kontak langsung dengan mesofil.
 
2. Struktur Anatomi Daun Monokotil Pada Zea mays
 
Berikut merupakan penampang melintang Zea mays:
• Epidermis
   Epidermis pada daun Zea mays terdiri dari epidermis atas dan bawah denan ukuran dan bentuk yang berbeda. Epidermis ini hanya terdiri satu lapis sel atau yang disebut epidermis unilateral. Pada lapisan epidermis ini terdapat sel bulliform yang terletak di epidermis atas. Sel bulliform yaitu sel-sel yang seperti gelembung, berukuran lebih besar, bervakuola besar, berisi cairan sel dan berdinding tipis yang terdiri dari kutin dan kutikula. Sel bulliform permukaan pada daun secara menyeluruh terkadang juga hanya melekuk diantara tulang daun.
    Biasanya terdiri dari beberapa sel yang lebar letaknya dengan tulang daun. Sel bulliform ini tumbuh lebih cepat dari pada sel-sel epidermis, hal ini menyebabkan terbentuknya daun-daun yang masih menggulungseperti daun zea mays. Stomata pada zea mays tersebar secara merata dikedua epidermis. Stoma pada zea mays letaknya memanjang dan merupakan deretan-deretan yang sejajar. Stomata pada zea mays terdiri dari sel penutup yang dikelilingi oleh kedua sel tetangga yang sejajar dengannya satu setiap sisi.
 
• Mesofil 
   Pada zea mays, jaringan mesofil tersusun atas sel parenkim palisade dan parenkim spons yang berbeda bentuk dan ukurannya. Parenkim palisade pada zea mays terdapat lobus antar selnya dan tampak bercabang.
   Sel parenkim palisade terdapat pada epidermis unilateral. Sel parenkim spons bentuknya bermacam-macam dan memiliki kekususan dengan adanya lobus yang terdapat antara sel satu dengan yang lain. Untuk membedakan antara sel parenkim palisade dengan spons pada zea mays tidak mudah karena bentuk sel mesofil lebih kurang saama.
 
• Berkas pembuluh
   Berkas pembuluh yang terdapat pada daun monokotil, khususnya pada zea mays dibedakan menjadi dua tipe yaitu yang mempunyai satu atau dua lapisan. Lapisan berkas pengangkut dibagian luar terdiri atas sel parenkim dengan dinding tipis. Sel selubang berkloroplas sehingga mengandung tepung yang disebut selubung tepung .
   Sel selubang bagian dalam disebut selubung mesotom, selnya lebih kecil dengan dinding tebal dan berisi lamella yang mengandung gabus. Berkas pembuluh tunggal atau dua yang letaknya berdampingan dikelilingi oleh jaringan transfuse.
 

Pengertian dan Fungsi Daun

Pengertian Daun

Pengertian dan Fungsi Daun bagi Tumbuhan     Daun adalah tumbuhan yang tumbuh pada ranting yang umumnya berbentuk pipih dan berwarna hijau. Berwarna hijau karena mengandung klorofil.Tetapi beberapa jenis tumbuhan memiliki daun berwarna merah. Contohnya saja, daun bunga ekor bajing. Tidak hanya itu saja, tumbuhan puring memiliki daun berwarna campuran, antara lain hijau, kuning dan merah.
   Daun juga merupakan organ tanaman yang mempunyai fungsi untuk fotosintesis. Sifat yang penting dari daun adalah pertumbuhan apikalnya cepat berhenti dan tidak mengalami perkembangan meristem sekunder. Secara histologis daun tersususn dari tiga tipe jaringan yaitu epidermis, mesofil, dan jaringan pembuluh.

Fungsi Daun bagi Tumbuhan
   Daun mempunyai fungsi sebagai berikut..
  • Daun berfungsi sebagai tempat keluar masuknya gas karbon dioksida dan oksigen. Bagian daun yang berfungsi sebagai jalan keluar masuknya kedua macam gas tersebut adalah stoma (mulut daun).
  • Daun berfungsi sebagai tempat melakukan fotosintesis. Fotosintesis merupakan proses pengolahan makanan dari karbon dioksida dan air menjadi zat tepung dengan bantuan energi cahaya. 
  • Daun berfungsi untuk mengatur proses transpirasi atau penguapan apabila tubuh tumbuhan kekurangan atau kelebihan air. Bagian daun yang dapat mengurangi penguapan adalah lapisan zat lilin atau kutikula yang terdapat pada permukaan atas daun. 
  • Daun berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif. Misalnya, tumbuhan cocor bebek dapat membentuk tunas liar, yaitu tunas adventif yang tumbuh di daun. 



Sumber : http://www.artikelsiana.com/2014/12/pengertian-fungsi-daun-bagi-tumbuhan.html
              https://burhanoedin21.wordpress.com/2015/06/18/struktur-anatomi-daun-dikotil-dan-monokotil/

Rabu, 25 Januari 2017

Jenis Jenis Tanah

  1. Tanah Vulkanis
a. Tanah Andosol
  • Proses terbentuknya : dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan
  • Ciri-ciri : warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara
  • Persebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi
b. Tanah Regosol
  • Proses terbentuknya : dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butir kasar
  • Ciri-ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning dan kadar bahan organik rendah
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa
  • Persebaran : di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara
c. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)
  • Proses terbentuknya : tanah hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah
  • Ciri-ciri : warna kelabu dan peka terhadap erosi
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian sawah dan palawija
  • Persebaran : Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan
2. Tanah Organosol
a. Tanah Humus
  • Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan bahan-bahan organik
  • Ciri-ciri : warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian
  • Persebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara
Organosol
b. Tanah Gambut
  • Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa)
  • Ciri-ciri : bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian pasang surut
  • Persebaran : Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan
3. Tanah Litosol (tanah berbatu-batu)
  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasar
  • Ciri-ciri : tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi
  • Pemanfaatannya : masih alang-alang, bisa untuk hutan
  • Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera
4. Tanah Podzol
  • Proses terbentuknya : di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi
  • Ciri-ciri : warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, peka terhadap erosi, kurang subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian palawija
  • Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua
5. Tanah Laterit
  • Proses terbentuknya : Tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah
  • Ciri-ciri : warna cokelat kemerah-merahan, tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk lahan pertanian
  • Persebaran : Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara
6. Tanah Mergel
  • Proses terbentuknya : dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujan
  • Ciri-ciri : tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk hujan jati
  • Persebaran : Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara
7. Tanah Terarosa (Kapur)
a. Tanah Renzina
  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi
  • Ciri-ciri : warna putih sampai hitam, miskin unsur hara
  • Pemanfaatannya : untuk palawija, hutan jati
  • Persebaran : Gunung kidul , Yogyakarta
b. Tanah Mediteran 
  • Proses terbentuknya : hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen
  • Ciri-ciri : Warna putih kecoklatan, keras, tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian tegalan, hutan jati
  • Persebaran : Pegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera
 Sumber : http://dodirullyandapgsd.blogspot.co.id/2014/11/lapisan-tanah-struktur-tanah-dan-jenis.html