Kamis, 17 November 2016

Fenomena apa lagi yang akan terjadi di 2016 ini ?

Hujan Meteor Taurid Selatan


 
   Hujan meteor Taurid Selatan akan mencapai tingkat maksimum dari aktivitasnya pada 5 November 2016. Beberapa "bintang jatuh" dari hujan meteor ini bahkan telah terlihat setiap malam dari 20 Oktober hingga 30 November 2016.

    Pada puncaknya, hujan meteor Taurid Selatan akan mencapai intensitas 10 meteor per jam (ZHR), itupun jika Anda mengamatinya di lokasi yang gelap dan bebas polusi cahaya. Dan untungnya, Bulan masih berusia 6 hari pada saat aktivitas puncak Taurid Selatan, sehingga cahayanya tidak mengganggu pengamatan.

    Titik radian atau titik khayal di langit di mana hujan meteor Taurid Selatan ini muncul adalah di deklinasi 14° di rasi bintang Taurus. Pada tengah malam, rasi bintang ini akan tampak berada di ketinggian 67° di atas horizon timur laut daerah Anda.

    Dengan begitu, untuk mengamati hujan meteor ini sangat direkomendasikan pada tengah malam sampai menjelang Subuh. Anda juga tidak perlu teleskop untuk mengamatinya, alias wajib dengan mata telanjang saja.

Hujan Meteor Taurid Utara


   Setelah hujan meteor Taurid Selatan, pada 13 November ini akan terjadi hujan meteor Taurid Utara. Perbedaannya, hujan meteor in terlihat di sisi utara dari rasi bintang Taurus.

    Tingkat intensitas pada puncaknya diperkirakan sekitar 10 meteor per jam (ZHR). Sayangnya, Bulan akan berusia 13 hari pada saat aktivitas puncak, sehingga menjadi begitu dekat dengan fase Bulan Purnama, sehingga bisa meredupkan cahaya meteor yang redup dan mengganggu pengamatan.

    Titik radian hujan meteor ini berada di deklinasi 22° di rasi bintang Taurus. Pada tengah malam, titik radian ini akan tampak pada ketinggian 60° di atas horizon utara daerah Anda. Pengamatan yang baik juga disarankan mulai tengah malam dan tanpa teleskop.

Hujan Meteor Leonid

 
    Hujan meteor Leonid akan mencapai puncak aktivitasnya pada tanggal 18 November 2016. Intensitasnya bakal mencapai sekitar 20 per jam (ZHR) bila diamati di lokasi pengamatan yang bebas polusi cahaya alias gelap gulita. Sayangnya, Bulan akan berusia 19 hari pada saat aktivitas puncak, sehingga bakal menjadi gangguan karena cahayanya yang terang.

    Titik radian hujan meteor Leonid adalah pada deklinasi 22° di rasi bintang Leo. Saat tengah malam, titik radian ini akan berada pada ketinggian 7° di atas horizon timur daerah Anda. Pastikan langit cerah saat melakukan pengamatan hujan meteor ini.

Konjungsi Bulan dengan Planet Jupiter

 
    25 November 2016 Bulan dan Jupiter akan tampak berdekatan pada tanggal ini, keduanya akan terpisah sejauh 1°50' satu sama lain di langit timur saat dini hari.

    Dari Indonesia, pasangan benda langit ini akan terbit di langit timur pada pukul 02:29 waktu setempat daerah masing-masing, atau 2 jam 57 menit sebelum Matahari terbit. Keduanya akan mencapai ketinggian 39° di atas ufuk timur sebelum memudar cahayanya karena Matahari telah muncul pukul 05:11 waktu setempat.

    Pada saat konjungsi, Bulan akan bersinar di magnitudo -10,6, dan Jupiter di magnitudo -1,8. Keduanya akan berada di konstelasi Virgo.

    Nah, itulah dia jadwal peristiwa langit sepanjang November 2016 yang tentunya bisa diamati di seluruh Indonesia. Tetapi sayangnya ada beberapa peristiwa yang sudah terlewat ,.




Sumber : http://www.infoastronomy.org/2016/11/november-2016.html


Fenomena Supermoon

Apa itu Supermoon?
 
Supermoon di Jakarta

   Supermoon sebenarnya tidak dikenal dalam dunia astronomi, para ahli menyebutnya sebagai fenomena bulan purnama perigee, istilah supermoon muncul dimasa modern sekarang ini.

   Peramal Richard Noelle mengatakan: aku menciptakan nama supermoon dalam 1979 artikel yang saya tulis untuk majalah Horoskop. Hal ini menggambarkan “bulan baru atau penuh yang terjadi saat bulan begitu dekat atau ketika bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi pada orbitnya.”

   Nama Supermoon tidak begitu mendapatkan banyak reaksi hingga tahun 2011. Namun, sejak saat itu di mana-mana itu menjadi populer dikalangan masyarakat yang penuh semangat menanti kedatangan Supermoon berikutnya.

 Fenomena Supermoon di Indonesia
 
   Supermoon 2016, kita mendapatkan semua tiga bulan purnama besar yaitu: pada tanggal 16 Oktober, yang kedua pada hari Senin malam 14 November dan ketiga pada 16 Desember.

   Apa yang membuat supermoon 14 November sangat istimewa? sebab pada hari senin malam itu adalah supermoon terdekat sejak 26 Januari 1948. terjadi sekitar dua jam sebelum perigee, bulan purnama terbesar akibat adanya pendekatan bulan berjarak sekitar 356,509 kilometer dari Bumi.
   Jika anda berburu supermoon hingga ke pantai-pantai anda harus cukup berhati hati karena fenomena supermoon di Indonesia atau purnama terbesar dalam sejarah juga dapat meningkatkan pasang air laut menjadi lebih tinggi dari biasanya, apalagi bila terdapat badai dilepas pantai tersebut.
 

   maaf yaa telat ngepost tentang Supermoonnya, tapi jangan khawatir nanti 16 Desember juga bakalan ada lagi kok ,. selamat membaca ...


sumber : http://omediapc.com/supermoon-2016-di-indonesia-fenomena-alam-langka-dalam-astronomi/
 

Rabu, 09 November 2016

Iklim dan Cuaca

Iklim dan Cuaca

Iklim

    Iklim ialah suatu keadaan rata-rata dari cuaca di suatu daerah dalam periode tertentu. Cuaca ialah suatu keadaan atmosfer selama periode waktu yang singkat. Cuaca bisa berubah dari jam ke jam, hari ke hari, bulan ke bulan atau bahkan tahun ke tahun. Suatu pola cuaca daerah, yang dilacak selama lebih dari 30 tahun, dianggap iklim.

Pengertian Iklim Menurut Para Ahli
 
1. World Climate Conference, 1979 

Menurut Word Climate Conference iklim ialah Sintesis kejadian suatu cuaca selama pada kurun waktu yang lama atau panjang, yang secara statistik cukup bisa dipakai untuk bisa menunjukkan suatu nilai statistik yang berbeda dengan sebuah keadaan disetiap saatnya.



2.  Glenn T. Trewartha, 1980 

Menurut Glenn menyatakan bahwa iklim ialah sebuah Konsep abstrak yang menyatakan suatu kebiasaan cuaca dan juga sebuah unsur-unsur atmosfer pada suatu daerah selama jangka waktu yang lama.



3. Gibbs, 1978

Menurut Gibbs menyatakan bahwa iklim ialah suatu peluang statistik dalam berbagai keadaan atmosfer, antara lain yaitu suhu, tekanan, angin kelembaban, yang terjadi pada sebuah daerah selama dalam jangka waktu yang panjang.




Klasifikasi Iklim

1.Iklim Matahari

Dasar dalam perhitungan untuk mengadakan suatu pembagian daerah iklim matahari ialah banyaknya suatu sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Menurut teori, makin jauh dari khatulistiwa, maka makin besar sudut datang nya sinar matahari, sehingga makin sedikit jumlah sinar matahari yang diterima oleh suatu permukaan bumi.



Pembagian daerah iklim matahari didasarkan pada letak lintang ialah sebagai berikut yaitu  :

  • Daerah Iklim Tropis : 0 derajat Lintang Utara -23,5 derajat Lintang Utara dan 0 derajat Lintang Selatan- 23,5 derajat Lintang Selatan
  • Daerah Iklim Sedang  : 23,5 derajat Lintang Utara -66,5 derajat Lintang Utara dan 23,5 derajat Lintang Selatan-90 derajat Lintang Selatan
  • Daerah Iklim Dingin  : 66,5 derajat Lintang Utara-90 derajat Lintang Utara dan 66,5 derajat LS-90 derajat Lintang Selatan

Dalam pembagian daerah iklim menurut iklim matahari didasarkan pada 1 teori, bahwa temperatur udara makin rendah jika letaknya berada makin jauh dari khatulistiwa. Oleh dari itu, ada ahli yang meyatakan iklim matahari sebagai iklim teoritis. Menurut kenyataanya, temperatur beberapa tempat menyimpang dari suatu teori tersebut.



2.Iklim Fisis

Iklim fisis ialah suatu iklim yang dipengaruhi oleh alam sekitar. Misalnya, daratan, lautan, pegunungan , dataran rendah, dataran tinggi, angin, laut, maupun letak geografis. Berikut ini pembagian Iklim fisis yaitu sebagai berikut :

  • Iklim Kontinental atau Iklim Darat, iklim jenis ini terjadi di daerah yang sangat luas, yang sehingga angin yang terpengaruh terhadap daerah tersebut ialah angin darat yang kering. Di daerah ini, pada waktu siang hari terasa sangat panas sekali dan pada waktu malam hari terasa sangat dingin sekali. Curah hujannya yang sangat rendah, oleh karena itu kadang-kadang terbentuk sebuah gurun pasir. Misalnya Gobi, Tibet, Arab, Sahara, Kalahari, Australia Tengah, dan Nevada.
  • Iklim Laut, jenis iklim yang satu ini terdapat pada daerah eropa tropis dan subtropis. Angin yang berpengaruh terhadap di daerah tersebut ialah angin laut yang lembab. Ciri-ciri iklim laut ini ialah curah hujan yang rata-rata tinggi. Pada Suhu tahunan dan harian yang hampir sama, sifatnya kebanyakan hujan.
  • Iklim Dataran Tinggi, Jenis iklim ini mengalami suatu perubahan suhu harian dan tahunan, tekanan rendah, sinar matahari yang terik dan hanya mengandung sedikit uap air.
  • Iklim Pegunungan, Jenis iklim ini terdapat pada sebuah daerah pegunungan. Di daerah pegunungan ini udaranya sejuk dan hujan sering turun. Terjadinya hujan karena awan yang naik ke sebuah lereng pegunungan yang mengalami kondensasi yang sehingga turun hujan. Hujan yang seperti ini disebut hujan orografis.

3.Iklim Musim

Letak geografis indonesia yang diapit oleh Benua Asia di sebelah utara dan Benua Australia di sebelah selatan, yang menyebabkan di indonesia terdapat Iklim musim. Jenis Iklim ini erat kaitannya dengan sebuah pola angin musim di Indonesia. Pada bulan April-Oktober akan berhembus angin musim timur, akan terjadi musim kemarau. Sebaliknya jika ketika terjadinya berhembus angin musim barat, akan terjadi musim penghujan.



4.Iklim Menurut Junghuhn

Junghuhn (bangsa Jerman) membuat klasifikasi iklim yang berdasarkan atas ketinggian tempat dan jenis tumbuhan yang cocok di suatu daerah. Yang penelitiannya dilakukan di Indonesia yaitu di pulau Jawa.



5.Iklim Koppen

Koppen mengadakan pembagian pada daerah iklim yang berdasarkan atas temperaturn dan hujan. Menurut sebuah keadaan temperatur dan curah hujannya, permukaan dibagi menjadi beberapa daerah iklim. 




Unsur-Unsur Iklim

1.Penyinaran Matahari

Matahari ialah suatu pengatur iklim di bumi yang sangat vital dan menjadi sumber energi yang paling utama di bumi. Energi matahari ini dipancarkan ke segala arah dalam bentuk sebuah gelombang elektromagnetik. Penyinaran Matahari ke Bumi ini dipengaruhi oleh suatu kondisi awan dan perbedaan sudut datangnya sinar matahari.



2.Suhu Udara

Suhu udara ialah suatu keadaan panas atau dinginnya udara yang mempunyai sifat menyebar dan berbeda-beda pada suatu daerah tertentu. Persebarannya yang secara horizontal menunjukkan suhu udara tertinggi terdapat di suatu daerah tropis garis ekuator (garis khayal ini yang membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan) dan semakin ke arah kutub suhu udaranya akan semakin dingin. Sedangkan persebaran secara vertikal menunjukkan, semakin tinggi tempatnya, maka suhu udara akan semakin dingin. Alat untuk mengukur suatu suhu disebut dengan termometer.



3.Kelembaban Udara (humidity)

Dalam udara terdapat air karena terjadinya penguapan. Makin tinggi suhu udara, makin akan banyak uap air yang dikandungnya. Hal ini mengakibatkan makin lembablah udara tersebut. Jadi, Humidity ialah banyaknya uap air yang dikandung oleh udara. Alat pengukurnya yaitu higrometer.



4.Per-Awanan

Awan ialah suatu massa dari sebuah butir-butir kecil air yang larut di lapisan atmosfer bagian bawah. Awan bisa menunjukkan kondisi cuaca.



5.Curah Hujan

Curah hujan ialah suatu jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah pada kurun waktu tertentu. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat pengukur curah hujan yang disebut dengan penakar hujan (Rain Gauge).



6.Angin

Angin ialah suatu udara yang berggerak dari suatu daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Perbedaan tekanan udara ini disebabkan oleh adanya suatu perbedaan suhu udara. Bila suhu udara tinggi, berarti tekanannya rendah dan sebaliknya. Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin disebut dengan anemometer.




Sifat Iklim

  • Mempunyai kurun waktu yang lama
  • Mempunyai sifat yang Meliputi daerah yang luas.
  • Sifat iklim yang dihasilkan oleh  rata-rata cuaca, bukan merupakan sebuah pencatatan baru.

 

Dampak Perubahan Iklim

  • Akan mengakibatkan mencairnya sebuah bongkahan es yang ada didaerah kutub yang sehingga mengakibatkan permukaan air laut naik.
  • Terjadinya air laut naik akan menenggelamkan pulau dan menghalangi mengalirnya sebuah air sungai ke laut dan pada akhirnya akan menimbulkan banjir di dataran rendah.
  • Suhu bumi yang panas akan menyebabkan mengeringnya permukaan air yang sehingga air menjadi langka.
  • Akan mengakibatkan meningkatnya resiko terjadinya kebakaran hutan.
  • Akan mengakibatkan El Nino dan La Nina. El Nino ialah suatu peristiwa memanasnya suhu permukaan air laut yang berada di pantai barat peru – Ekuador(Amerika selatan) yang akan mengakibatkan gangguan iklim yang secara global. La Nina ialah suatu kondisi cuaca yang normal kembali setelah terjadinya El Nino.
 Cuaca

   Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit (tidak luas) dan pada jangka waktu yang singkat. Atau definisi cuaca ialah keadaan udara harian pada suatu tempat tertentu dan meliputi wilayah yang sempit, keadaan cuaca ini dapat berubah setiap harinya.

   Atau pengertian cuaca yang lainnya yaitu suatu keadaan rata-rata udara sehari-hari disuatu tempat tertentu & meliputi wilayah yang sempit dalam jangka waktu yang singkat. Keadaan dari cuaca mudah berubah – ubah, karena disebabkan oleh tekanan udara, suhu, angin, kelembaban udara, dan juga curah hujan.

   Seperti contohnya: Ketika pada pukul 07.00 WIB, keadaan cuaca di kota Bandung cerah suhu udaranya berkisar antara 23.C – 27.C, dan angin yang berhembus dari arah barat laut berkisar dengan kecepatan 25 km/jam, Akan tetapi ketika pada pukul 14.00 WIB keadaan cuacanya berubah menjadi berwarna tebal dengan suhu udara berkisaran 30.C, dan angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 20 km/jam.











 Semoga membantu yaa sobat :)




Sumber : http://www.seputarilmu.com/2016/02/pengertian-iklim-menurut-para-ahli.html
              http://www.pengertianku.net/2015/01/pengertian-cuaca-dan-unsurnya-secara-lengkap.html





Rekomendasi Wisata Seru

Air Terjun Jumog

Air Terjun Jumog

   Air Terjun Jumog adalah alternatif tempat wisata alam yang terkenal di daerah Solo, Jawa Tengah. Air Terjun Jumog tidak kalah indah dari air terjun Grojogan Sewu Tawangmangu. Berjarak sekitar 40 KM dari kota Solo, Air Terjun Jumog menawarkan wisata alam dengan panorama indah dan harga yang murah. Cukup dengan 5,000 Rupiah anda sudah dapat menikmati keindahan Air Terjun Jumog dan bermain air di bawah air terjun tersebut.

   Berbeda dengan Grojogan Sewu di daerah Tawangmangu yang telah lebih dulu diikembangkan, Air Terjun Jumog tampak lebih sederhana. Air terjunnya pun tidak terlalu tinggi sekitar 30 m, namun tetap memancarkan keindahan khas wisata alam. Konon, setiap pukul sepuluh pagi, muncul pelangi di air terjun ini.



 Sekedar Info Guys 

   Air terjun ini dikenal masyarakat setempat dengan nama The Lost Paradise (surga yang hilang). Tempat wisata ini terletak di lereng Gunung Lawu sekitar 500 meter disebelah barat Candi Sukuh.







Sumber : http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-solo-yang-wajib-dikunjungi/#
              https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-tengah/air-terjun-jumog---karanganyar







Minggu, 06 November 2016

Matahari

Pengertian Matahari 


   Matahari atau Surya adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya.

   Secara kimiawi, sekira tiga perempat massa Matahari terdiri dari hidrogen, sedangkan sisanya didominasi helium. Sisa massa tersebut (1,69%, setara dengan 5.629 kali massa Bumi) terdiri dari elemen-elemen berat seperti oksigen, karbon, neon, besi, dan lain-lain.

   Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu akibat peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Sebagian besar materi berkumpul di tengah, sementara sisanya memimpih menjadi cakram beredar yang kelak menjadi Tata Surya. Massa pusatnya semakin panas dan padat dan akhirnya memulai fusi termonuklir di intinya. Diduga bahwa hampir semua bintang lain terbentuk dengan proses serupa. Klasifikasi bintang Matahari, berdasarkan kelas spektrumnya, adalah bintang deret utama G (G2V) dan sering digolongkan sebagai katai kuning karena radiasi tampaknya lebih intens dalam porsi spektrum kuning-merah. Meski warnanya putih, dari permukaan Bumi Matahari tampak kuning dikarenakan pembauran cahaya biru di atmosfer. Menurut label kelas spektrum,G2 menandakan suhu permukaannya sekitar 5778 K (5505 °C) dan V menandakan bahwa Matahari, layaknya bintang-bintang lain, merupakan bintang deret utama, sehingga energinya diciptakan oleh fusi nuklir nukleus hidrogen ke dalam helium. Di intinya, Matahari memfusi 620 juta ton metrik hidrogen setiap detik.

   Dulu, Matahari dipandang para astronom sebagai bintang kecil dan tidak penting. Sekarang, Matahari dianggap lebih terang daripada sekitar 85% bintang di galaksi Bima Sakti yang didominasi katai merah. Magnitudo absolut Matahari adalah +4,83. Akan tetapi, sebagai bintang yang paling dekat dengan Bumi, Matahari adalah benda tercerah di langit dengan magnitudo tampak −26,74. Korona Matahari yang panas terus meluas di luar angkasa dan menciptakan angin Matahari, yaitu arus partikel bermuatan yang bergerak hingga heliopause sekitar 100 AU. Gelembung di medium antarbintang yang terbentuk oleh angin Matahari, heliosfer, adalah struktur bersambung terbesar di Tata Surya.

   Matahari saat ini bergerak melalui Awan Antarbintang Lokal (dekat Awan G) di zona Gelembung Lokal, tepatnya di dalam lingkaran terdalam Lengan Orion di galaksi Bima Sakti.Dari 50 sistem bintang terdekat dalam jarak 17 tahun cahaya dari Bumi (bintang terdekat adalah katai merah bernama Proxima Centauri sekitar 4,2 tahun cahaya), Matahari memiliki massa terbesar keempat. Matahari mengorbit pusat Bima Sakti pada jarak kurang lebih 24.00026.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Jika dilihat dari kutub utara galaksi, Matahari merampungkan satu orbit searah jarum jam dalam kurun sekitar 225–250 juta tahun. Karena Bima Sakti bergerak relatif terhadap radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis (CMB) ke arah konstelasi Hydra dengan kecepatan 550 km/detik, kecepatan Matahari relatif terhadap CMB sekitar 370 km/detik ke arah Crater atau Leo.

   Jarak rata-rata Matahari dari Bumi sekitar 149.6 juta kilometer (1 AU), meski jaraknya bervariasi seiring pergerakan Bumi menjauhi perihelion pada bulan Januari hingga aphelion pada bulan Juli. Pada jarak rata-rata ini, cahaya bergerak dari Matahari ke Bumi selama 8 menit 19 detik. Energi sinar Matahari ini membantu perkembangan nyaris semua bentuk kehidupan di Bumi melalui fotosintesis dan mengubah iklim dan cuaca Bumi. Dampak luar biasa Matahari terhadap Bumi sudah diamati sejak zaman prasejarah. Matahari juga dianggap oleh sejumlah peradaban sebagai dewa. Pemahaman ilmiah yang akurat mengenai Matahari berkembang perlahan. Pada abad ke-19, beberapa ilmuwan ternama mulai sedikit tahu tentang komposisi fisik dan sumber tenaga Matahari. Pemahaman ini masih terus berkembang sampai sekarang. Ada sejumlah anomali perilaku Matahari yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah.

 Jarak Matahari ke bintang terdekat

   Sistem bintang yang terdekat dengan Matahari adalah Alpha Centauri. Bintang yang dalam kompleks tersebut yang memilkiki posisi terdekat dengan Matahari adalah Proxima Centauri, sebuah bintang berwarna merah redup yang terdapat dalam rasi bintang Centaurus. Jarak Matahari ke Proxima Centauri adalah sejauh 4,3 tahun cahaya (39.900 juta km atau 270 ribu unit astronomi), kurang lebih 270 ribu kali jarak matahari ke Bumi. Para ahli astronomi mengetahui bahwa benda-benda angkasa senantiasa bergerak dalam orbit masing-masing. Oleh karena itu, perhitungan jarak dilakukan berdasarkan pada perubahan posisi suatu bintang dalam kurun waktu tertentu dengan berpatokan pada posisinya terhadap bintang-bintang sekitar. Metode pengukuran ini disebut parallaks (parallax).


Ciri khas Matahari

Berikut ini adalah beberapa ciri khas yang dimiliki oleh Matahari:

Prominensa (lidah api Matahari)

Erupsi prominensa yang terjadi pada 30 Maret 2010
   Prominensa adalah salah satu ciri khas Matahari, berupa bagian Matahari menyerupai lidah api yang sangat besar dan terang yang mencuat keluar dari bagian permukaan serta seringkali berbentuk loop (putaran). Prominensa disebut juga sebagai filamen Matahari karena meskipun julurannya sangat terang bila dilihat di angkasa yang gelap, namun tidak lebih terang dari keseluruhan Matahari itu sendiri. Prominensa hanya dapat dilihat dari Bumi dengan bantuan teleskop dan filter. Prominensa terbesar yang pernah ditangkap oleh SOHO (Solar and Heliospheric Observatory) diestimasi berukuran panjang 350 ribu km.

   Sama seperti korona, prominensa terbentuk dari plasma namun memiliki suhu yang lebih dingin. Prominensa berisi materi dengan massa mencapai 100 miliar kg. Prominensa terjadi di lapisan fotosfer Matahari dan bergerak keluar menuju korona Matahari. Plasma prominensa bergerak di sepanjang medan magnet Matahari. Erupsi dapat terjadi ketika struktur prominesa menjadi tidak stabil sehingga akan pecah dan mengeluarkan plasmanya. Ketika terjadi erupsi, material yang dikeluarkan menjadi bagian dari struktur magnetik yang sangat besar disebut semburan massa korona (coronnal mass ejection/ CME).Pergerakan semburan korona tersebut terjadi pada kecepatan yang sangat tinggi, yaitu antara 20 ribu m/s hingga 3,2 juta km/s. Pergerakan tersebut juga menyebabkan peningkatan suhu hingga puluhan juta derajat dalam waktu singkat. Bila erupsi semburan massa korona mengarah ke Bumi, akan terjadi interaksi dengan medan magnet Bumi dan mengakibatkan terjadinya badai geomagnetik yang berpotensi mengganggu jaringan komunikasi dan listrik.

   Suatu prominensa yang stabil dapat bertahan di korona hingga berbulan-bulan lamanya dan ukurannya terus membesar setiap hari. Para ahli masih terus meneliti bagaimana dan mengapa prominensa dapat terjadi.

Bintik Matahari


Bintik Matahari terlihat seperti noda kehitaman di permukaan Matahari
   Bintik Matahari adalaah granula-granula cembung kecil yang ditemukan di bagian fotosfer Matahari dengan jumlah yang tak terhitung. Bintik Matahari tercipta saat garis medan magnet Matahari menembus bagian fotosfer. Ukuran bintik Matahari dapat lebih besar daripada Bumi. Bintik Matahari memiliki daerah yang gelap bernama umbra, yang dikelilingi oleh daerah yang lebih terang disebut penumbra. Warna bintik Matahari terlihat lebih gelap karena suhunya yang jauh lebih rendah dari fotosfer. Suhu di daerah umbra adalah sekitar 2.200 °C sedangkan di daerah penumbra adalah 3.500 °C. Oleh karena emisi cahaya juga dipengaruhi oleh suhu maka bagian bintik Matahari umbra hanya mengemisikan 1/6 kali cahaya bila dibandingkan permukaan Matahari pada ukuran yang sama.

Angin Matahari

   Angin Matahari terbentuk aliran konstan dari partikel-partikel yang dikeluarkan oleh bagian atas atomosfer Matahari, yang bergerak ke seluruh tata surya. Partikel-partikel tersebut memiliki energi yang tinggi, namun proses pergerakannya keluar medan gravitasi Matahari pada kecepatan yang begitu tinggi belum dimengerti secara sempurna. Kecepatan angin surya terbagi dua, yaitu angin cepat yang mencapai 400 km/s dan angin cepat yang mencapai lebih dari 500 km/s. Kecepatan ini juga bertambah secara eksponensial seiring jaraknya dari Matahari. Angin Matahari yang umum terjadi memiliki kecepatan 750 km/s dan berasal dari lubang korona di atmosfer Matahari.

   Beberapa bukti adanya angin surya yang dapat dirasakan atau dilihat dari Bumi adalah badai geomagnetik berenergi tinggi yang merusak satelit dan sistem listrik, aurora di Kutub Utara atau Kutub Selatan, dan partikel menyerupai ekor panjang pada komet yang selalu menjauhi Matahari akibat hembusan angin surya. Angin Matahari dapat membahayakan kehidupan di Bumi bila tidak terdapat medan magnet Bumi yang melindungi dari radiasi. Pada kenyataannya, ukuran dan bentuk medan magnet Bumi juga ditentukan oleh kekuatan dan kecepatan angin surya yang melintas.

Badai Matahari

   Badai Matahari terjadi ketika ada pelepasan seketika energi magnetik yang terbentuk di atmosfer Matahari. Plasma Matahari yang meningkat suhunya hingga jutaan Kelvin beserta partikel-partikel lainnya berakselerasi mendekati kecepatan cahaya. Total energi yang dilepaskan setara dengan jutaan bom hidrogen berukuran 100 megaton. Jumlah dan kekuatan badai Matahari bervariasi. Ketika Matahari aktif dan memiliki banyak bintik, badai Matahari lebih sering terjadi. Badai Matahari seringkali terjadi bersamaan dengan luapan massa korona. Badai Matahari memberikan risiko radiasi yang sangat besar terhadap satelit, pesawat ulang alik, astronot, dan terutama sistem telekomunikasi Bumi. Badai Matahari yang pertama kali tercatat dalam pustaka astronomi adalah pada tanggal 1 September 1859. Dua peneliti, Richard C. Carrington dan Richard Hodgson yang sedang mengobservasi bintik Matahari melalui teleskop di tempat terpisah, mengamati badai Matahari yang terlihat sebagai cahaya putih besar di sekeliling Matahari. Kejadian ini disebut Carrington Event dan menyebabkan lumpuhnya jaringan telegraf transatlantik antara Amerika dan Eropa.



Itulah sekilas dari ulasan Matahari
semuanya tidak saya tulis karena terlalu banyak:)
semoga membantu ..


Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Matahari

Pelangi

Pengertian Pelangi
 
Pelangi

   Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.

Pembentukan

   Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

   Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum warna. Di dalam spektrum warna, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

   Pelangi tidak lain adalah busur spektrum warna besar berbentuk lingkaran yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika menembus prisma kaca dan keluar menjadi spektrum warna pelangi. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda-beda berderet dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air. Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.

   Pelangi terlihat sebagai busur dari permukaan bumi karena terbatasnya sudut pandang mata, jika titik pandang di tempat yang tinggi misalnya dari pesawat terbang dapat terlihat sebagai spektrum warna yang lengkap yaitu berbentuk lingkaran. Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tetapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat, dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.










Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pelangi

Kamis, 03 November 2016

Bintang

 Pengertian Bintang


   Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).

   Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah:
Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak memancarkan cahaya atau energi tetap disebut sebagai bintang. Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus berjarak sekitar empat tahun cahaya.


Terbentuknya bintang

   Bintang terbentuk di dalam awan molekul; yaitu sebuah daerah medium antarbintang yang luas dengan kerapatan yang tinggi (meskipun masih kurang rapat jika dibandingkan dengan sebuah vacuum chamber yang ada di Bumi). Awan ini kebanyakan terdiri dari hidrogen dengan sekitar 23–28% helium dan beberapa persen elemen berat. Komposisi elemen dalam awan ini tidak banyak berubah sejak peristiwa nukleosintesis Big Bang pada saat awal alam semesta.

   Gravitasi mengambil peranan sangat penting dalam proses pembentukan bintang. Pembentukan bintang dimulai dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam awan molekul yang dapat memiliki massa ribuan kali Matahari. Ketidakstabilan ini seringkali dipicu oleh gelombang kejut dari supernova atau tumbukan antara dua galaksi. Sekali sebuah wilayah mencapai kerapatan materi yang cukup memenuhi syarat terjadinya instabilitas Jeans, awan tersebut mulai runtuh di bawah gaya gravitasinya sendiri.

   Berdasarkan syarat instabilitas Jeans, bintang tidak terbentuk sendiri-sendiri, melainkan dalam kelompok yang berasal dari suatu keruntuhan di suatu awan molekul yang besar, kemudian terpecah menjadi konglomerasi individual. Hal ini didukung oleh pengamatan dimana banyak bintang berusia sama tergabung dalam gugus atau asosiasi bintang.

   Begitu awan runtuh, akan terjadi konglomerasi individual dari debu dan gas yang padat yang disebut sebagai globula Bok. Globula Bok ini dapat memiliki massa hingga 50 kali Matahari. Runtuhnya globula membuat bertambahnya kerapatan. Pada proses ini energi gravitasi diubah menjadi energi panas sehingga temperatur meningkat. Ketika awan protobintang ini mencapai kesetimbangan hidrostatik, sebuah protobintang akan terbentuk di intinya. Bintang pra deret utama ini seringkali dikelilingi oleh piringan protoplanet. Pengerutan atau keruntuhan awan molekul ini memakan waktu hingga puluhan juta tahun. Ketika peningkatan temperatur di inti protobintang mencapai kisaran 10 juta kelvin, hidrogen di inti 'terbakar' menjadi helium dalam suatu reaksi termonuklir. Reaksi nuklir di dalam inti bintang menyuplai cukup energi untuk mempertahankan tekanan di pusat sehingga proses pengerutan berhenti. Protobintang kini memulai kehidupan baru sebagai bintang deret utama.



Semoga Membantu Yaaa ,.


Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Bintang